PAN Papua Panaskan Mesin Politik, Bidik Kursi DPR RI pada Pemilu 2029

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak suasana Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW PAN Papua, berlangsung di Hotel Horison Kotaraja, Senin (24/8). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Partai Amanat Nasional (PAN) Papua mulai memanaskan mesin politik menghadapi agenda Pemilu 2029. Konsolidasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I DPW PAN Papua di Hotel Horison Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin (24/8/2026).

banner 325x300

Rakerwil I yang mengusung tema “Konsolidasi Menuju 3 Besar” dibuka sekaligus dipimpin Ketua DPW PAN Papua, Haris Richard S. Yocku, S.H. Kegiatan dihadiri Sekretaris DPW PAN Papua Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., jajaran pengurus DPW, DPD kabupaten/kota, anggota DPR Papua dan DPR kabupaten/kota, serta kader PAN dari berbagai daerah.

Haris mengatakan Rakerwil menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus memastikan kesiapan struktur partai menghadapi tahapan politik mendatang.

Menurutnya, PAN Papua tidak ingin menunggu hingga tahapan Pemilu 2029 dimulai. Persiapan harus dilakukan sejak dini, termasuk menghadapi proses verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan menyiapkan kader untuk bertarung dalam Pemilu Legislatif 2029.

“Rakerwil ini bukan cuma sekadar kami kumpul untuk bicara-bicara, tetapi lebih kepada mempersiapkan diri dalam rangka mengikuti verifikasi KPU dan juga mempersiapkan para kader kita dalam rangka menuju pesta demokrasi pada 2029 mendatang,” ujar Haris.

Ia menyebut seluruh jajaran DPD PAN kabupaten-kota dan pengurus DPW telah hadir dalam Rakerwil tersebut. Forum ini sekaligus dimanfaatkan untuk mengevaluasi kesiapan organisasi di daerah dan memperkuat soliditas kader.

Perempuan Diberi Ruang Pimpin Rakerwil

Salah satu hal yang menarik dalam pelaksanaan Rakerwil I PAN Papua kali ini adalah keterlibatan kader perempuan dalam posisi strategis kepanitiaan.

Haris yang juga Wakil Bupati Jayapura ini mengatakan seluruh kepanitiaan Rakerwil dipercayakan kepada kader perempuan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PAN memberikan ruang lebih besar kepada perempuan dalam organisasi dan kehidupan politik.

“Untuk tahun 2026 ini, Partai PAN memberikan kesempatan kepada perempuan untuk mengurus seluruh kegiatan. Kami yang laki-laki hadir sebagai peserta, mengikuti kegiatan dan nanti kami evaluasi, serta menilai apakah mereka bekerja dengan baik atau tidak,” katanya.

Ia mengapresiasi kekompakan kader perempuan yang dinilainya mampu menjalankan tugas kepanitiaan dengan baik.

“Sejauh ini kita bisa lihat mereka sangat solid. Perempuan bekerja juga dengan solid,” ungkap Haris.

Menurutnya, keterlibatan perempuan tidak boleh berhenti pada kepanitiaan kegiatan partai. PAN Papua ingin mendorong lahirnya lebih banyak kader perempuan yang mampu tampil dalam kontestasi politik, baik untuk kursi legislatif maupun jabatan eksekutif.

“Kami berharap ke depan Partai Amanat Nasional bisa mencetak kader-kader perempuan untuk bisa ada di kursi legislatif, tetapi juga bisa ada di kursi eksekutif,” tegasnya.

Bidik Kursi DPR RI

Menghadapi Pemilu 2029, PAN Papua memasang target untuk meningkatkan perolehan kursi di berbagai tingkatan, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota.

Namun, salah satu target strategis yang menjadi perhatian adalah memastikan adanya keterwakilan PAN dari Papua di tingkat pusat melalui kursi DPR RI.

“Target kursi pasti kita berusaha untuk mendulang kursi sebanyak mungkin untuk Partai Amanat Nasional, baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota. Dan target kita untuk ke pusat harus ada perwakilan dari Papua. Sudah pasti kami harus siapkan satu kursi ke sana,” ujar Haris.

Ia menegaskan Rakerwil I merupakan langkah awal untuk menggerakkan seluruh struktur partai sekaligus membangun kesiapan kader menghadapi tahapan politik yang masih cukup panjang.

“Rakerwil ini sebenarnya untuk memanaskan mesin partai supaya kader-kader kita siap untuk melewati verifikasi KPU, tetapi juga mempersiapkan diri menuju pesta demokrasi pemilihan legislatif 2029 mendatang,” pungkas Haris Yocku.

Dengan konsolidasi yang dilakukan sejak dini, PAN Papua berharap seluruh struktur dan kader semakin solid serta mampu menerjemahkan tema “Konsolidasi Menuju 3 Besar” menjadi target politik yang konkret pada Pemilu 2029.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *