Setahun Memimpin, Fransina Dike Sulap Puskesmas Waibhu dengan Berbagai Inovasi Pelayanan

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Kepala Puskesmas (Kapus) Waibhu, Fransina Dike, S.KM., 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Sejumlah terobosan berhasil dilakukan Kepala Puskesmas Waibhu, Fransina Dike, S.KM, selama lebih dari satu tahun memimpin fasilitas kesehatan tersebut. Berbagai pembenahan dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Distrik Waibhu dan sekitarnya.

banner 325x300

Salah satu perubahan yang paling dirasakan masyarakat adalah kembali diaktifkannya layanan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam yang sebelumnya tidak berjalan. Kini masyarakat dapat memperoleh pelayanan kesehatan darurat kapan saja, baik siang maupun malam hari.

“Ketika saya masuk, pelayanan UGD 24 jam belum berjalan. Sekarang pelayanan itu sudah kami aktifkan kembali sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kapan saja,” ujar Fransina Dike saat ditemui wartawan di Sentani, Selasa (16/6/2026).

Selain itu, Puskesmas Waibhu juga mulai menerapkan pelayanan Integrasi Layanan Primer (ILP) secara lebih menyeluruh. Jika sebelumnya layanan ILP hanya terbatas di puskesmas dan puskesmas pembantu (Pustu), kini pelaksanaannya telah diperluas hingga ke Posyandu agar pelayanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.

Tak hanya membenahi sistem pelayanan, Fransina juga melakukan perbaikan sarana dan prasarana pendukung kerja. Berbagai kebutuhan peralatan elektronik yang sebelumnya belum tersedia kini telah dilengkapi untuk menunjang kinerja tenaga kesehatan di lingkungan Puskesmas Waibhu.

“Puji, saat ini kebutuhan alat-alat elektronik yang dibutuhkan staf sudah tersedia dan dapat digunakan untuk mendukung pelayanan,” katanya.

Inovasi lainnya adalah dibukanya pelayanan poliklinik sore. Jika sebelumnya pelayanan kesehatan hanya tersedia pada pagi hari, kini masyarakat juga dapat mengakses layanan pada sore hari sehingga lebih fleksibel dan menjangkau lebih banyak pasien.

“Kami ingin pelayanan tidak hanya terfokus pada pagi hari. Karena itu sekarang sudah ada pelayanan poliklinik sore untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Tampak Fransina Dike, S.KM., Kepala Puskesmas Waibhu
Tampak Fransina Dike, S.KM., Kepala Puskesmas Waibhu

Fransina menegaskan seluruh kebijakan yang diterapkan tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk perhitungan jasa medis bagi petugas yang menjalankan pelayanan hingga malam hari.

Selain layanan rawat jalan, Puskesmas Waibhu kini juga menghadirkan pelayanan persalinan selama 24 jam. Dengan layanan tersebut, ibu hamil dapat datang kapan saja untuk mendapatkan bantuan persalinan tanpa harus menunggu jam pelayanan tertentu.

“Kalau ada ibu yang akan melahirkan, bisa langsung datang ke Puskesmas Waibhu karena sekarang pelayanan persalinan sudah berjalan selama 24 jam,” ungkapnya.

Baca juga: Mogok Kerja Nakes Waibhu Berujung Audiensi, Wabup Jayapura Janji Evaluasi Tuntutan Pegawai

Terobosan lainnya adalah pembukaan layanan Puskesmas Pembantu (Pustu) 24 jam di wilayah Distrik Waibhu. Layanan ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Pemerintah Distrik Waibhu yang menyediakan rumah dinas Kepala Distrik sebagai lokasi pelayanan kesehatan.

Menurut Fransina, dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah distrik terhadap kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang mudah dijangkau dan tersedia setiap saat.

Tak berhenti di situ, Puskesmas Waibhu juga menjalankan program pelayanan kesehatan door to door atau jemput bola.

Melalui program ini, tenaga kesehatan mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk memberikan pelayanan kesehatan terintegrasi, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

Fransina berharap berbagai inovasi dan pembenahan yang dilakukan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat peran Puskesmas Waibhu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jayapura.

Diketahui, Fransina Dike dipercaya menjabat Kepala Puskesmas Waibhu sejak 5 Juni 2025 berdasarkan penunjukan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *