Foto: Sony | Tampak Ketua Panitia KLB FGM-GKI, Pdt. Edison Sekenyap, M.Th., ketika memberikan keterangan kepada awak media di sela Kongres, di Graha Sara, Kantor Sinode, Jumat (27/2).

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Kongres Luar Biasa (KLB) Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili di Tanah Papua menjadi momentum bersejarah sekaligus titik balik kebangkitan organisasi kepemudaan gereja yang sempat vakum selama 11 tahun.
Melalui forum ini, FGM GKI di Tanah Papua untuk pertama kalinya dipimpin oleh seorang perempuan Papua. Penatua Petronela Krenak terpilih sebagai Ketua FGM GKI periode 2026–2031, menandai babak baru dalam perjalanan organisasi generasi muda GKI.
Ketua Panitia KLB, Edison Sekenyap, S.Th, menegaskan bahwa pelaksanaan KLB bukan semata agenda pemilihan ketua, tetapi langkah strategis untuk mengevaluasi sekaligus mengonsolidasikan kembali Badan Pengurus Pusat (BPP) FGM GKI yang tidak berjalan selama lebih dari satu dekade. KLB berlangsung pada 26–27 Februari 2026 di Jayapura.
“KLB ini menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali FGM GKI di Tanah Papua. Setelah 11 tahun vakum, kita perlu menyatukan kembali visi dan semangat pelayanan generasi muda,” ujar Edy kepada wartawan di Jayapura.

KLB dihadiri perwakilan dari enam provinsi di Tanah Papua yang mencakup unsur BPP, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), serta Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Meski melibatkan berbagai unsur kepengurusan, forum ini menetapkan satu agenda utama, yakni pemilihan Ketua FGM GKI di Tanah Papua.
“Dalam KLB ini kita hanya memilih ketua. Struktur kepengurusan seperti sekretaris, wakil ketua, dan bendahara menjadi kewenangan penuh ketua terpilih untuk menyusunnya,” jelas Edy.
Terpilihnya Nela Krenat disambut optimistis oleh panitia dan peserta KLB. Mereka berharap kepemimpinan baru ini membawa energi segar, memperkuat konsolidasi internal, serta menghidupkan kembali program-program pelayanan generasi muda yang sempat terhenti selama masa kevakuman.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan Ibu Penatua Nela Krenat, FGM GKI dapat bangkit, maju, dan berjalan lebih terarah. Ini adalah periode lima tahun pertama yang dipimpin perempuan Papua, sebuah tonggak penting dalam sejarah pelayanan generasi muda GKI di Tanah Papua,” tegas Edy.
Baca juga: FGM GKI Punya Nahkoda Baru, Petronela Krenak Terpilih Lewat KLB 2026
Dengan berakhirnya KLB 2026, FGM GKI di Tanah Papua resmi memasuki babak baru perjalanan organisasi. Kebangkitan setelah 11 tahun vakum diharapkan tidak berhenti pada simbol perubahan, tetapi diwujudkan dalam gerakan nyata untuk membina, memberdayakan, serta memperkuat peran generasi muda gereja di seluruh Tanah Papua.
Laporan: Sony Rumainum

















