Foto: istimewa | Tampak Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.Ap., Ketua FGM-GKI terpilih lewat Kongres Luar Biasa (KLB) 2026 di Graha Sara, Kantor Sinode GKI di Tanah Papua.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Penatua Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.Ap resmi terpilih sebagai Ketua Forum Generasi Muda (FGM) Gereja Kristen Injili di Tanah Papua periode terbaru melalui Kongres Luar Biasa (KLB) yang digelar di Graha Sara, Kantor Sinode GKI di Tanah Papua, Jayapura, Jumat (27/2/2026).
KLB tersebut diikuti oleh 70 klasis dari enam provinsi di Tanah Papua. Momentum ini menjadi titik balik kebangkitan FGM GKI setelah sempat vakum pasca kongres sebelumnya yang berlangsung di Raja Ampat beberapa tahun lalu.
Baca juga: Jelang KLB, Sinode GKI Turun Tangan Satukan Tim Reformasi dan DPP FGM-GKI Demisioner
Pelaksanaan KLB 2026 tidak lepas dari peran berbagai pihak, khususnya Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., Ketua Sinode GKI bersama tim kerja yang telah merangkum serta menyempurnakan kembali Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) FGM GKI di Tanah Papua. Pembenahan regulasi ini menjadi fondasi penting dalam penataan organisasi serta arah pelayanan generasi muda ke depan.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, tertib, dan penuh kebersamaan, Petronela Krenak meraih 37 suara atau 55 persen dari total suara sah. Ia mengungguli tiga kandidat lainnya, yakni Sepus Fatem (14 suara/21 persen), Orideko Burdam (12 suara/18 persen), serta Terry Ansanai (3 suara/4 persen).

Terpilihnya Petronela dinilai sebagai pilihan strategis untuk memimpin FGM GKI ke arah yang lebih solid dan progresif. Sosoknya dikenal memiliki pengalaman panjang dalam organisasi sosial, pelayanan gereja, serta pemerintahan daerah, termasuk saat mengemban amanah sebagai Bupati Sorong Selatan. Jejaring yang luas dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat konsolidasi pelayanan kaum muda.
Dalam sambutan perdananya, Petronela yang juga Bupati Sorong Selatan, Provinsi Papua Barat Daya ini menegaskan komitmennya untuk merangkul seluruh elemen generasi muda GKI di enam provinsi di Tanah Papua. Ia mengajak seluruh kader FGM untuk membangun sinergi, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kapasitas diri dalam menghadapi tantangan pelayanan di era perubahan.
“Kita akan bangun kembali FGM sebagai wadah pembinaan, pemberdayaan, dan pelayanan generasi muda GKI yang solid, kreatif, dan berdampak bagi gereja, masyarakat, dan Tanah Papua,” tegasnya.
Baca juga: KLB FGM GKI di Tanah Papua Fokus Bahas AD/ART dan Penguatan Organisasi
KLB 2026 mengusung tema “Bertumbuh dan Melayani” dengan subtema “FGM GKI Mitra Strategis Gereja dalam Memperkuat Gerakan Kepedulian Pelayanan bagi Tanah Papua dan Dunia.” Tema ini menegaskan posisi strategis FGM sebagai mitra gereja dalam merespons persoalan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan generasi muda.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya KLB. Ucapan terima kasih khusus diberikan kepada Markus Burdam, pianis Trio Swat, serta dua anak pendeta yang menampilkan permainan saksofon dan biola. Paduan suara gabungan PAM Klasis turut memeriahkan penutupan rangkaian kegiatan.
KLB secara resmi ditutup melalui ibadah penutupan yang dipimpin Pdt. Daniel Mofu, S.Th, Ketua Klasis Apawer Mamberamo Raya. Ibadah berlangsung khidmat dan penuh sukacita, menandai dimulainya babak baru perjalanan FGM GKI di Tanah Papua.
KLB 2026 diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Forum Generasi Muda GKI sekaligus memperkuat peran strategis generasi muda dalam mendukung pelayanan gereja dan pembangunan masyarakat di Tanah Papua.
Laporan: Sonny Rumainum

















