Foto: istimewa | Tampak Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., Wakil Sekretaris Sinode Pdt. Handry Kakiay, S.Th dan ketua FGM GKI Pnt. Petronela Krenak, S.Sos., M.Tr.Ap di kantor Sinode.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Kepemimpinan baru Forum Generasi Muda (FGM) GKI di Tanah Papua langsung tancap gas. Ketua Umum DPP FGM, Penatua Petronella Krenak, menggelar rapat perdana bersama Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, sekaligus menerima kunci sekretariat baru, 31 Maret 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Sinode GKI, Argapura, Kota Jayapura ini menjadi titik awal konsolidasi organisasi pasca Kongres Luar Biasa FGM pada Februari lalu. Agenda tersebut menandai langkah awal penguatan peran generasi muda gereja di seluruh wilayah Papua.
Dalam pertemuan itu, Petronella Krenak bertatap muka langsung dengan pimpinan Sinode, mulai dari Ketua, Sekretaris Umum hingga jajaran pengurus. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa, mencerminkan komitmen bersama membangun pelayanan pemuda yang lebih terarah dan berdampak.
Momen penting lainnya adalah penyerahan simbolis kunci ruang sekretariat kepada Ketua Umum DPP FGM. Dukungan ini menjadi sinyal kuat dari Sinode GKI terhadap eksistensi dan pengembangan organisasi pemuda ke depan. Usai seremoni, jajaran pengurus langsung meninjau ruangan yang akan difungsikan sebagai pusat koordinasi kegiatan.
Baca juga: FGM GKI Punya Nahkoda Baru, Petronela Krenak Terpilih Lewat KLB 2026
Dalam arahannya, Petronella menegaskan pentingnya mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan. Ia menyebut kepercayaan yang diembannya sebagai tanggung jawab besar untuk membawa organisasi pemuda GKI semakin maju dan relevan.
“Ini bukan sekadar jabatan, tetapi panggilan pelayanan. Kita harus berjalan bersama, mengandalkan Tuhan, dan memastikan FGM hadir membawa dampak nyata di Tanah Papua,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya soliditas internal, baik di tingkat pusat maupun daerah. Pembentukan struktur kepengurusan hingga tingkat wilayah (DPW) di setiap kabupaten menjadi prioritas untuk memperkuat jaringan organisasi.
Selain itu, dalam waktu dekat DPP FGM akan merampungkan struktur kepengurusan lengkap serta menyusun agenda kerja strategis bersama Sinode. Langkah ini diharapkan mampu menyelaraskan program FGM dengan visi besar pelayanan GKI di Tanah Papua.
Rapat perdana ini juga memiliki nilai strategis karena beririsan dengan momentum Rapat Umum Pemegang Saham Bank Papua. Dalam kesempatan tersebut, FGM GKI turut menjalani proses registrasi resmi sebagai bagian dari penguatan legalitas dan jejaring kelembagaan.
Dengan dimulainya konsolidasi ini, FGM GKI di Tanah Papua diharapkan tampil sebagai kekuatan baru lebih solid, terorganisir, dan progresif dalam menggerakkan pelayanan pemuda yang kreatif serta berkontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat.
Laporan: Sonny Rumainum

















