Raker Uncen 2026 Resmi Berakhir, Kampus Tegaskan Komitmen Jadi Motor Perubahan di Papua

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Prof. Dr. Oscar. Oswald. Wambrauw, SE.,M.Sc.Agr., Rektor Universitas Cendrawasih di ketika menyampaikan arahannya disela Raker Uncen. 

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Universitas Cenderawasih (Uncen) resmi menutup rangkaian Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang berlangsung di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 11–13 Februari 2026.

Penutupan dilakukan secara bersama oleh jajaran pimpinan universitas sebagai tanda berakhirnya seluruh agenda strategis tahunan.

Raker tahun ini menjadi ruang konsolidasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program sepanjang 2025 sekaligus menyusun arah kebijakan baru dalam rangka penguatan mutu pendidikan, perbaikan tata kelola kelembagaan, serta peningkatan daya saing institusi.

Ketua Panitia sekaligus Wakil Rektor II Uncen, Dr. Ferdinand Risamasu, SE. M.Sc.Agr., menegaskan bahwa forum ini memiliki peran penting dalam mengukur sejauh mana layanan pendidikan dan kualitas lulusan Uncen telah berkembang.

“Melalui raker ini, kami melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, terutama dalam pelayanan pendidikan dan peningkatan mutu lulusan di Universitas Cenderawasih,” ujarnya kepada awak media usai penutupan kegiatan.

Baca juga: Uncen Kukuhkan Dua Guru Besar Baru, Fokus Perkuat Strategi Digital dan Gizi Generasi Papua

Ia menjelaskan, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyiapkan pembenahan pada berbagai aspek teknis maupun kebijakan, agar pelaksanaan program ke depan semakin selaras dengan regulasi dan ketentuan kementerian.

Tak hanya evaluasi, raker juga menempatkan inovasi sebagai salah satu agenda utama. Uncen mendorong lahirnya terobosan-terobosan baru agar peran kampus semakin dirasakan langsung oleh masyarakat Papua, terutama melalui kegiatan penelitian, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Baca juga: Wakil Rektor Uncen Tegaskan Pembangunan Papua Tak Bisa Lepas dari Budaya Lokal

“Kami ingin Uncen hadir bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah. Melalui riset dan pengabdian masyarakat, kampus diharapkan ikut mendorong peningkatan kesejahteraan warga di berbagai wilayah,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang disertai Indikator Kinerja Utama (IKU) yang jelas dan terukur. Dengan begitu, setiap rencana yang ditetapkan tidak berhenti pada dokumen, tetapi benar-benar berdampak pada penguatan institusi dan pembangunan daerah.

Raker 2026 mengusung tema “Transformasi Menuju Perguruan Tinggi Unggul, Inklusif, dan Berdampak” yang mencerminkan komitmen Uncen untuk terus beradaptasi, meningkatkan kualitas, serta memperkuat relevansi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat Papua.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh pimpinan universitas, fakultas, serta sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Universitas Cenderawasih Jayapura.

Dengan berakhirnya Raker 2026, Uncen menegaskan tekadnya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta memperluas dampak tridarma perguruan tinggi demi kemajuan masyarakat Papua.

Laporan: Sonny Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *