Foto: istimewa | Tampak Fransina Dike, Kepala Puskesmas Waibhu, ketika melakukan pemeriksaan atau Screening malaria, di Doyo Baru, Selasa (19/5).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Puskesmas Waibhu terus menggencarkan upaya deteksi dini malaria di Kabupaten Jayapura dengan menggelar skrining kesehatan bagi warga jemaat dari berbagai denominasi gereja di Doyo Baru, Distrik Waibhu, Selasa (19/5).
Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang berlangsung di depan Gedung Gereja GIDI Yerusalem itu dilaksanakan bertepatan dengan kunjungan kerja Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., bersama sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura.
Kepala Puskesmas Waibhu, Fransina Dike mengatakan, skrining malaria dilakukan untuk memastikan tidak adanya penyebaran malaria secara luas di tengah masyarakat, sekaligus menemukan lebih cepat warga yang telah terinfeksi agar segera ditangani.
“Dengan adanya kunjungan bapak Bupati Jayapura dan pimpinan OPD, kami sangat terbantu untuk menjangkau masyarakat. Biasanya cukup sulit mengumpulkan warga karena kesibukan mereka sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Fransina, antusiasme masyarakat cukup tinggi mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan langsung oleh petugas Puskesmas Waibhu. Dari total 55 warga yang menjalani pemeriksaan, ditemukan delapan orang positif malaria.
“Ada delapan warga yang terdeteksi malaria. Jenisnya malaria tropika, malaria tersiana dan juga malaria gabungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, warga yang dinyatakan positif langsung diarahkan untuk mendapatkan penanganan medis sesuai standar pelayanan kesehatan guna mencegah penularan lebih lanjut.

Baca juga: Dilarang Masuk ke Puskesmas Waibhu, Ketua Komisi D DPRK Jayapura Angkat Suara
Selain pemeriksaan, petugas kesehatan juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gejala malaria seperti demam berulang, menggigil, sakit kepala dan muntah, serta langkah pencegahan dengan penggunaan kelambu berinsektisida dan menjaga kebersihan lingkungan.
Fransina menyebutkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program eliminasi penyakit menular yang saat ini menjadi fokus Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama Dinas Kesehatan.
“Kami mendapat arahan dari Bupati dan Wakil Bupati Jayapura untuk mendukung eliminasi malaria, HIV, TB dan kusta hingga beberapa tahun ke depan,” katanya.
Ia berharap, target Kabupaten Jayapura bebas malaria dan penyakit menular lainnya pada tahun 2030 dapat tercapai melalui dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah kampung, distrik hingga masyarakat.
Untuk warga yang belum sempat mengikuti pemeriksaan, Puskesmas Waibhu akan melanjutkan pelayanan melalui sistem jemput bola dari rumah ke rumah.ghq
Laporan: M. Irfan

















