Foto: istimewa | Senator Indonesia, Pdt. David Harold Waromi, SM,Th, Anggota DPD RI, Dapil Papua, Selasa (17/2)

Serui, jurnalmamberamofoja.com – Kunjungan kerja anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Pdt. David Harold Waromi, SM.Th., ke Kampung Wamori, Distrik Kepulauan Ambai, Kabupaten Kepulauan Yapen, Provinsi Papua, meninggalkan kesan mendalam sekaligus menggugah keprihatinan.
Dalam lawatan tersebut, Waromi mendapati fakta bahwa Kampung Wamori hingga kini belum menikmati aliran listrik. Pada malam hari, warga masih hidup tanpa penerangan, menjadi potret nyata keterbatasan infrastruktur dasar di wilayah kepulauan.
“Hari ini, seorang senator pulang kampung dan duduk dalam kegelapan tanpa aliran listrik,” ujarnya sambil tersenyum kepada awak media di Serui, Selasa (17/2/2026).
Berdasarkan keterangan warga, dari total 13 kampung di Distrik Kepulauan Ambai, baru tujuh kampung yang telah teraliri listrik. Sementara enam kampung lainnya Wamori, Bairei, Marawi, Kawipi, Adiwipi, dan Mambawi masih belum mendapatkan akses penerangan.
Ia menilai pengalaman tersebut sebagai refleksi langsung atas tantangan pembangunan di wilayah terpencil. Menurutnya, persoalan kelistrikan di Ambai bukanlah kasus tunggal, melainkan gambaran umum kondisi infrastruktur dasar di sejumlah kampung lain di Kabupaten Kepulauan Yapen.
“Pengalaman ini sangat berharga bagi saya. Inilah realitas masyarakat kita di pelosok. Persoalan listrik di Ambai merupakan satu dari sekian banyak persoalan serupa yang juga terjadi di Yapen,” katanya.
Pendeta Waromi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap program-program dari pusat dapat dikolaborasikan secara konkret di daerah, sehingga persoalan listrik dan infrastruktur dasar lainnya menjadi prioritas utama pembangunan.
Di balik keterbatasan akses listrik, Distrik Kepulauan Ambai dinilai menyimpan potensi besar. Sektor pariwisata dan perikanan disebut memiliki prospek menjanjikan jika dikelola secara optimal dan berkelanjutan.
Salah satu destinasi yang disorot adalah Pantai Wowontonam, pantai berpasir putih yang mulai dikenal masyarakat Serui sebagai tujuan wisata dengan panorama pesisir yang masih alami. Selain pariwisata, peluang pengembangan sektor perikanan, khususnya budidaya ikan kerapu dan komoditas laut lainnya, dinilai berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat kampung.
“Di luar persoalan listrik, Distrik Kepulauan Ambai menyimpan banyak potensi yang bisa digarap melalui kolaborasi bersama,” pungkasnya.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja, tetapi juga potret kesenjangan pembangunan yang masih perlu dijembatani, agar terang listrik dan kesejahteraan benar-benar dapat dirasakan hingga ke kampung-kampung kepulauan.
Laporan: Andre Fonataba

















