Foto: Irfan / Direktur utama (Dirut) PT. Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nantang, Entis Sutisna ketika diwawancarai.
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – PT Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nanwani mencatat kinerja keuangan yang positif dengan memperoleh laba bersih sebesar Rp 2,6 miliar pada tahun 2024.
Atas pencapaian tersebut, perusahaan menyetorkan dividen sebesar Rp 744.837.000 kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura selaku pemegang saham mayoritas.
Direktur Utama PT AMJ Robongholo Nanwani, Entis Sutisna, menyampaikan bahwa setoran dividen tersebut melampaui target pendapatan daerah yang ditetapkan sebelumnya, yaitu sebesar Rp 700 juta.
Hal ini diungkapkan saat dirinya menghadiri pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kabupaten Jayapura Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kamis, 8 Mei 2025.
“Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang telah digelar, kami laporkan laba bersih perusahaan sebesar Rp 2,6 miliar pada tahun 2024. Dengan kinerja tersebut, kami mampu menyetor Rp 744 juta lebih kepada Pemda, atau meningkat sekitar Rp 44 juta dari target yang ditetapkan,” ujar Entis Sutisna.
Ia juga menambahkan bahwa komunikasi dengan Bupati Jayapura Yunus Wonda telah dilakukan guna membahas sejumlah tantangan utama yang dihadapi perusahaan, salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap sumber air baku di wilayah Kabupaten Jayapura.
Entis mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah daerah dalam bentuk penyertaan modal sangat dibutuhkan untuk menunjang pengembangan layanan air bersih ke masyarakat. Selama tujuh tahun terakhir, PT AMJ belum menerima penyertaan modal dari Pemkab Jayapura.
Menurutnya, penyertaan modal bisa dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti dana segar (fresh money) atau pembangunan infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Penyertaan tersebut diharapkan dapat difokuskan pada pembangunan jaringan baru dan perluasan sambungan rumah tangga.
“Penyertaan modal tidak digunakan untuk operasional, melainkan untuk pembangunan jaringan layanan. Pemerintah daerah diharapkan memperhatikan pembangunan yang betul-betul menambah akses layanan air bersih kepada masyarakat,” tutup Entis.
Laporan: Irfan

















