Foto: Irfan | Nampak Wabup Jayapura Haris Richard S. Yocku, SH., ketika memberikan keterangan pers, di Sentani, Kamis (31/7).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua yang akan digelar pada 6 Agustus 2025 mendatang.
Dalam keterangannya kepada wartawan di Sentani, Kamis (31/7), Haris menekankan pentingnya menciptakan suasana damai di tengah dinamika politik yang kian menghangat.
“Mari kita jaga ketenangan, kenyamanan, dan rasa memiliki terhadap Kabupaten Jayapura. Ini pesta demokrasi, bukan ajang permusuhan,” tegasnya.
Haris menyebut PSU adalah momentum penting untuk menentukan arah pembangunan Papua lima tahun ke depan. Karena itu, ia mendorong masyarakat agar datang ke TPS dan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
“PSU bukan soal siapa lebih hebat, tapi bagaimana kita menjaga kebersamaan dalam keberagaman. Siapapun yang terpilih, itulah pemimpin yang dikehendaki Tuhan,” ujar pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Provinsi Papua.
Wabup HRY juga ingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing provokasi, terutama dari informasi menyesatkan di media sosial yang bisa memperkeruh suasana.
“Kurangi komentar negatif di media sosial, apalagi yang menyerang pasangan calon. Itu hanya menambah keretakan. Mari kita fokus menjaga persatuan,” serunya.
Terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN), Haris menyampaikan pesan tegas agar seluruh ASN di Kabupaten Jayapura tidak bermain politik praktis.
“Saya tegaskan, ASN dilarang keras terlibat politik praktis. Jangan coba-coba memaksa orang lain memilih calon tertentu, jangan berkampanye. Tugas kalian adalah netral,” katanya.
Haris menambahkan, baik Benhur Tomi Mano (BTM) maupun Mathius D. Fakhiri (MDF) adalah putra-putra terbaik Papua. Oleh karena itu, masyarakat diminta menghormati hasil akhir PSU dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
“Mari kita sukseskan PSU dengan damai. Datang ke TPS, pilih dengan hati nurani, dan biarkan demokrasi berjalan dengan jujur serta adil,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















