Foto: istimewa / Tampak sejumlah tokoh dari Mamberamo raya mengadakan pertemuan
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Sejumlah tokoh adat, pemuda, dan intelektual Kabupaten Mamberamo Raya meminta tiga pasangan calon bupati yang mengikuti Pilkada 2024 untuk legowo menerima hasil yang telah ditetapkan oleh KPU.
Mereka juga berharap gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dihentikan demi menjaga persatuan dan kemajuan daerah.
Salah satu Kepala Suku Wilayah Dapil II Mamberamo Hulu, Mathius Wauw, menegaskan bahwa Pilkada 2024 telah mencerminkan suara murni masyarakat. Menurutnya, kemenangan pasangan Roby Rumansara–Kevin Totouw adalah wujud aspirasi rakyat untuk memilih anak asli Mamberamo Raya memimpin daerahnya.
“Kami sudah memilih anak negeri untuk memimpin. Gugatan ini hanya mengganggu aspirasi rakyat. Tolong hak kesulungan kami dihormati,” ujar Mathius Wauw dalam konferensi pers di Abepura, Minggu (22/12).
Tokoh Pemuda Mamberamo Raya, Roberth, meminta KPU dan Bawaslu segera menindaklanjuti hasil penetapan pemenang dan memastikan pelantikan berjalan sesuai jadwal nasional.
Ia juga meminta tiga paslon yang menggugat ke MK untuk mengutamakan kepentingan bersama.
“Kami harap para paslon menghentikan gugatan dan bersatu mendukung pasangan yang telah dipilih rakyat. Ini suara murni masyarakat Mamberamo Raya,” tegas Roberth.
Kepala Suku Batero, Berto Kawena, menambahkan bahwa suara untuk Roby Rumansara–Kevin Totouw mencerminkan keinginan kuat masyarakat. Ia mengingatkan bahwa proses demokrasi harus dihormati dan tidak lagi diperdebatkan.
Tokoh Intelektual Mamberamo Raya, Yotam Bilasi, menyampaikan hal serupa, meminta semua pihak untuk menerima hasil dengan lapang dada.
“Jangan bikin susah rakyat. Kita butuh pemimpin asli Mamberamo untuk segera membangun daerah ini,” kata Yotam.
Beberapa tim sukses dari paslon lain juga menyatakan dukungan untuk menghormati hasil Pilkada dan menolak gugatan ke MK.
Mereka menilai hasil tersebut adalah representasi suara murni rakyat yang harus dihormati.
(Redaksi)
















