Foto: istimewa / Tim Persipura di stadion Gawalise Palu
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Persipura Jayapura harus mengakui keunggulan tuan rumah Persipal Palu dengan skor 2-0 dalam lanjutan play-off degradasi Pegadaian Liga 2, Jumat (24/1/2025), di Stadion Gawalise, Palu.
Pelatih kepala Persipura, Ricardo Salampessy, menyampaikan rasa syukur atas jalannya pertandingan meskipun timnya harus menelan kekalahan.
“Puji syukur kepada Tuhan, pertandingan berjalan lancar tanpa ada pemain yang cedera. Namun, kami mengakui keunggulan lawan,” ujarnya dalam konferensi pers seusai laga.
Menurut Ricardo, jalannya pertandingan sebenarnya cukup baik di babak pertama.
Namun, dua kesalahan fatal di babak kedua menjadi titik balik bagi kekalahan Persipura. “Gol pertama tercipta akibat kesalahan kiper kami yang terlalu berlebihan dalam mengambil keputusan.
Sementara gol kedua lahir dari kesalahan pemain bertahan yang terlalu lama memutuskan membawa bola, sehingga dimanfaatkan lawan,” jelasnya.
Meski kalah, Ricardo mengucapkan selamat kepada Persipal Palu atas keberhasilan mereka meraih poin penuh di kandang.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi saya dan tim pelatih untuk menghadapi pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
Kapten Persipura, Boaz Solossa, turut memberikan pandangannya mengenai pertandingan. Ia mengakui bahwa kesalahan individu di babak kedua menjadi faktor utama kekalahan timnya.
“Babak pertama kami bermain baik, tapi di babak kedua terjadi dua kesalahan yang akhirnya menjadi gol. Selamat untuk Persipal yang tampil maksimal di kandang,” kata Boaz, yang akrab disapa Kaka Bochi.
Boaz juga menyinggung faktor kelelahan yang memengaruhi performa tim.
“Kami akan melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri lebih baik untuk laga berikutnya,” tegasnya.
Ricardo Salampessy mengungkapkan bahwa jadwal yang padat menjadi salah satu kendala utama timnya dalam laga ini.
“Kami sebenarnya ingin bermain seperti laga sebelumnya saat menang 3-0. Namun, waktu istirahat yang singkat membuat kami sulit tampil maksimal. Kondisi ini juga memengaruhi tempo permainan kami yang sedikit melambat,” paparnya.
Ricardo juga menjelaskan alasan rotasi pemain dalam pertandingan, termasuk mengganti Boaz Solossa di babak kedua.
“Kami mencoba menyegarkan lini tengah dengan mengganti kapten tim. Sayangnya, kesalahan kecil yang kami buat tetap berujung hukuman dari lawan,” ungkapnya.
Ketika ditanya soal kesalahan kiper yang berujung gol pertama, Ricardo menegaskan akan melakukan evaluasi mendalam.
“Kami tidak bisa kebobolan dari kesalahan-kesalahan dasar seperti itu, terutama di babak play-off yang sangat krusial. Setiap pertandingan sangat penting, jadi ini menjadi catatan besar bagi tim pelatih,” tutupnya.
Laporan: Roy









