Foto: Irfan | Tampak Plt. Sekda kabupaten Jayapura Dr. Yusuf Yambe Yabdi, MT., bersama Asisten I dan II, Kepala Dinas Kesehatan dr. Anton Mote, serta Pengurus MBG dr. John Manangsang serta jajaran usai rakor, Selasa (4/11).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari komitmen nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan menekan angka stunting.
Hingga awal November 2025, tercatat 13 Satuan Pelayanan Bergizi (SPBG) telah beroperasi di enam distrik Sentani, Sentani Timur, Waibu, Kemtuk, Sentani Barat, dan Depapre dengan cakupan layanan mencapai lebih dari 28 ribu penerima manfaat. Angka ini setara dengan 42,67 persen dari total sasaran program di Kabupaten Jayapura.
Baca juga: Plt Sekda: Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi Generasi Emas Papua 2045
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, menjelaskan bahwa total penerima manfaat yang terdaftar mencapai 93.534 orang, terdiri dari anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Namun, masih ada sekitar 57,3 persen warga, terutama di 15 distrik terpencil dan 29 kampung, yang belum terjangkau layanan MBG.
“Dari 31 dapur gizi yang ditargetkan, baru 13 yang beroperasi. Kami terus mendorong percepatan pembangunan dapur baru di wilayah terpencil agar seluruh masyarakat bisa menikmati program ini,” ujar Basri dalam rapat koordinasi keempat pelaksanaan MBG di Sentani, Selasa (4/11).

Ia menambahkan, kendala yang dihadapi terutama terkait pembiayaan dan ketersediaan lahan untuk pembangunan dapur.
Meski begitu, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional dan kementerian terkait agar perluasan program berjalan sesuai target.
Baca juga: Pemkab Jayapura Satukan OPD untuk Jalankan Amanat Presiden Prabowo soal MBG
Selain aspek pelayanan, Pemkab Jayapura juga menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal untuk mendukung dapur bergizi.
“Kami ingin uang dari program ini berputar di kampung. Jadi bahan makanan seperti sayur, ayam, telur, tahu, dan tempe sebaiknya disuplai langsung dari petani dan pelaku usaha lokal,” tegas Basri.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Jayapura berharap program MBG tidak hanya memperkuat ketahanan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat di tingkat kampung.
Laporan: M. Irfan







