Foto: Irfan | Tampak pertemuan bersama dipimpin Plt. Sekda kabupaten Jayapura Dr. Yusuf Yambe Yabdi, ST., MT., di dampingi asisten II Dr. Abdul Rahman Basri, M.KP dan Asisten III Drs. Derek Timotius Wouw, M.Si., Kepala Dinas Kesehatan dr. Anton Mote dan perwakilan MBG, ketika Rakor, Selasa (4/11).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten Jayapura mendorong kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan yayasan pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperkuat sinergi serta memastikan efektivitas pelaksanaan program nasional tersebut di lapangan.
Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Derek Wouw, menekankan pentingnya kerja sama antarinstansi teknis seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Lingkungan Hidup. Menurut Wouw, koordinasi lintas sektor menjadi kunci sukses pelaksanaan MBG di daerah.
Baca juga: Tinjau Makan Bergizi di SMP 2 Sentani, Haris Yocku Harap MBG Terus Berjalan
“MBG bukan sekadar membagikan makanan sehat, tapi juga memastikan agar uang dari program ini berputar di kampung dan memberi manfaat ganda bagi masyarakat,” ujar Derek Wouw.
Ia menambahkan, keterlibatan Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran strategis dalam mengelola limbah dapur secara ramah lingkungan.
“Sampah organik dari dapur bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Jadi selain masyarakat mendapatkan makanan sehat, para peternak juga memperoleh dampak ekonomi,” jelasnya.

Wouw menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jayapura berkomitmen penuh mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto dan Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, dalam mewujudkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Ini program besar dan strategis. Kita ingin Jayapura menjadi contoh terbaik implementasi MBG di Tanah Papua,” tegasnya.
Laporan: M. Irfan







