Foto: Irfan | Plt. Sekda Jayapura Dr. Yusuf Yambe Yabdi, ST.,MT., didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. Anton Tony Mote,usai rapat koordinasi, Selasa (4/11).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program ini dinilai strategis dalam membangun generasi emas 2045 sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.
Baca juga: Pemkab Jayapura Satukan OPD untuk Jalankan Amanat Presiden Prabowo soal MBG
Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Dr. Yusuf Yambe Yabdi, mengatakan bahwa program MBG bukan sekadar upaya meningkatkan gizi anak dan ibu, melainkan juga instrumen untuk menggerakkan potensi ekonomi masyarakat.
“Program MBG ini menjadi alat kontak untuk membangun gizi masyarakat, mengatasi stunting, dan membuka peluang ekonomi baru di tingkat lokal,” ujar Yusuf Yambe Yabdi saat membuka Rapat Pelaksanaan dan Evaluasi Program MBG di Hotel Horison Sentani, Selasa (4/11).

Yambe Yabdi menjelaskan, program ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap target nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo. Karena itu, Pemkab Jayapura menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal dalam setiap aktivitas dapur MBG.
“Pesan Bupati Jayapura kepada saya jelas: kita harus mendukung penuh program ini, sekaligus memastikan belanja dapur MBG menggunakan hasil produksi masyarakat kampung,” tegasnya.
Baca juga: Wakil Bupati Jayapura Tinjau Program MBG, Pastikan Anak-anak Dapat Gizi Seimbang
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) MBG untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di pasaran seiring meningkatnya permintaan akibat pelaksanaan program tersebut.
“Kami pastikan program ini berjalan efektif tanpa menimbulkan kelangkaan barang atau kenaikan harga yang tidak wajar,” kata Yusuf.
Ia menambahkan, keberhasilan program MBG di Kabupaten Jayapura bergantung pada kolaborasi seluruh pemangku kepentingan mulai dari OPD, yayasan pelaksana dapur bergizi, hingga masyarakat penerima manfaat.
“Dengan sinergi lintas sektor, Jayapura bisa menjadi contoh pelaksanaan MBG terbaik di Tanah Papua. Ini bagian dari komitmen kita untuk membangun generasi emas 2045 yang sehat dan produktif,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan







