Caption Foto:Guru Besar Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sri Sumarni, saat membawakan materi pada sosialisasi dan finalisasi program pendampingan tata kelola Dinas Kesehatan dalam penyusunan Renja 2025, Senin (7/10).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) bekerja sama dengan Universitas Airlangga dalam finalisasi rencana kerja (Renja) tahun 2025.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura, Delila Giay, secara resmi membuka sosialisasi dan finalisasi Renja program pendampingan tata kelola Dinas Kesehatan dalam penyusunan Renja 2025 pada Senin.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, mengatakan bahwa kerja sama ini sangat membantu dalam penyusunan rencana kerja tahunan.
“Setelah menerima pelatihan tentang tata kelola rencana kerja, kami menyadari bahwa proses ini lebih kompleks daripada yang dibayangkan. Memahami dan menerapkannya membutuhkan ketelitian,” ujarnya.
Sihotang menjelaskan bahwa perencanaan yang matang sangat penting untuk memulai setiap pembangunan, karena rencana yang dibuat secara asal-asalan akan memengaruhi pembangunan di masa depan.
“Kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura dan Universitas Airlangga yang dimulai sejak Maret 2024 ini sangat bermanfaat dalam penyusunan tata kelola rencana kerja 2025,” tambahnya.
Dia juga menyebutkan bahwa awal dari kerja sama ini dimulai dengan pelatihan penguatan kapasitas perencanaan yang dilaksanakan di Makassar selama dua minggu, didampingi oleh Universitas Airlangga.
“Kami ingin menyampaikan bahwa di Papua ada tiga kabupaten yang bekerja sama dengan Universitas Airlangga, yaitu Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi,” ungkapnya.
Sihotang menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memastikan tata kelola dokumen perencanaan yang baik, sehingga menghasilkan rencana pembangunan yang sistematis.
“Kementerian Kesehatan sangat fokus pada tata kelola dokumen perencanaan. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan dihasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas, khususnya rencana kerja Dinas Kesehatan 2025,” katanya. (Fan)







