Foto: Irfan | Nampak Ketua BPK Klasis GKI Sentani, Pdt Albert Suebu, S.Th., bersama para Hamba Tuhan dan Majelis Jemaat usai melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) Gereja GKI Jemaat Waliyauw Komba, Kampung Yobeh Minggu, (14/6).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Gereja GKI Jemaat Waliyauw Komba memasuki babak baru dalam pengembangan pelayanan dengan dimulainya pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) yang ditandai melalui peletakan batu pertama oleh Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK) GKI Sentani, Pdt. Albert Suebu, S.Th., di Jalan Komba, Kampung Yobeh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (14/6/2026).
Prosesi peletakan batu pertama diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin langsung oleh Pdt. Albert Suebu dan dihadiri para hamba Tuhan, majelis jemaat, pemerintah kampung, tokoh adat, serta warga jemaat.
Dalam sambutannya, Albert Suebu menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan gedung yang dinilai menjadi bagian penting dalam mewujudkan kemandirian gereja sekaligus memperkuat pelayanan jemaat di masa mendatang.
“Saya bersyukur kepada Tuhan karena hari ini dapat hadir memenuhi undangan Jemaat GKI Waliyauw Komba, bukan hanya untuk melayani ibadah, tetapi juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Serba Guna yang akan menjadi aset penting bagi jemaat,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan GSG tersebut akan menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan pelayanan GKI Waliyauw Komba. Gedung yang direncanakan berukuran 8 x 17 meter itu akan dibangun secara bertahap melalui dukungan dana dan material yang telah dihimpun panitia pembangunan.
Albert menjelaskan, total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan gedung diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar. Sebagian kebutuhan tersebut telah mulai terpenuhi melalui sumbangan dana maupun bantuan material dari berbagai pihak.
“Dana dan material yang sudah terkumpul menjadi modal awal yang baik bagi panitia untuk memulai pekerjaan pembangunan ini,” katanya.
Ia berharap seluruh unsur jemaat, panitia pembangunan, pemerintah kampung, dan masyarakat adat dapat terus memberikan dukungan agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan target peresmian pada November 2026 dapat tercapai.

Baca juga:Tanam 1.000 Pohon Sagu, GKI Sentani Kirim Sinyal Kuat Selamatkan Alam Papua
Lebih lanjut, Albert mengungkapkan bahwa setelah selesai dibangun, Gedung Serba Guna tersebut akan dimanfaatkan sebagai tempat ibadah sementara. Pasalnya, jemaat memiliki rencana untuk melakukan pemugaran gedung gereja yang ada saat ini menjadi bangunan yang lebih besar dan representatif.
“Gedung ini nantinya akan menopang berbagai aktivitas pelayanan jemaat. Bahkan ketika gereja utama dipugar, gedung serba guna ini akan digunakan sebagai tempat ibadah sementara,” jelasnya.
Selain mendukung pelayanan jemaat lokal, kehadiran GSG juga diharapkan dapat menunjang berbagai kegiatan gerejawi berskala besar di lingkungan Klasis GKI Sentani.
Salah satunya adalah Temu Raya Persekutuan Kaum Bapak (PKB) se-Tanah Papua yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 mendatang. Kegiatan tersebut diperkirakan akan dihadiri sekitar 22 hingga 23 ribu peserta dari berbagai wilayah di Tanah Papua.
“Kami berharap gedung ini nantinya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu lokasi penunjang kegiatan Temu Raya PKB se-Tanah Papua yang akan dipusatkan di wilayah Sentani,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Yobeh, Sostinus Sokoy, yang mewakili pemerintah kampung dan masyarakat adat, menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan tersebut.

Menurutnya, gereja memiliki peran penting tidak hanya dalam membina kehidupan rohani masyarakat, tetapi juga dalam menjaga nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat adat.
“Pemerintah kampung dan masyarakat adat memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan gedung serba guna ini. Kami berharap seluruh warga tetap menjaga persatuan dan kebersamaan agar pembangunan dapat berjalan lancar,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan pembangunan tersebut bukan sekadar membangun fisik bangunan, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan solidaritas di tengah masyarakat Kampung Yobeh.
“Yang kita bangun bukan hanya gedung, tetapi juga kebersamaan dan persatuan di kampung ini. Semoga pembangunan dapat berjalan sesuai harapan seluruh jemaat,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















