Foto: istimewa | Ketua Black Danger Community (BDC) Jansen Karet didampingi admin komunitas John Ungirwalu usai nobar di Caffe Eat n Out Jayapura.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Partai pembuka Grup Timur Liga 2 mempertemukan Persipura Jayapura melawan Persipalu FC di Stadion BJ. Habibie, Parepare, Minggu (14/9). Laga yang dinanti publik Papua ini berakhir imbang 0-0, sehingga Persipura pulang dengan satu poin.
Bagi komunitas suporter Black Danger Community (BDC) Persipura, hasil imbang tersebut tidak mengurangi rasa cinta mereka terhadap tim Mutiara Hitam.
“Bagi kami, Persipura adalah segalanya. Hanya satu nama sampai mati: Persipura,” tegas Ketua BDC Papua, Jansen Kareth, didampingi admin komunitas, John Ungirwalu.
Menurut Jansen, permainan Persipura di partai perdana menunjukkan tanda kebangkitan.
“Saat nobar di Caffe Eat n Out Jayapura, kami bisa lihat lini belakang, tengah, dan depan bergerak lebih hidup dibanding musim lalu. Atmosfernya berbeda,” ujarnya.
Baca juga: Persipura Panaskan Mesin di Parepare, Siap Guncang Laga Perdana Kontra Persipal
Acara nobar tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang ikut bergabung. Antusiasme itu dianggap sebagai bukti kerinduan publik Papua menyaksikan tim kebanggaan mereka kembali tampil garang di bawah asuhan pelatih Ricardo Salampessy.
Jansen menambahkan, BDC kini tengah melakukan konsolidasi internal di berbagai basis komunitas mahasiswa dan distrik di Jayapura serta Sentani.
Targetnya, mereka akan memerahkan Stadion Papua Bangkit pada laga kandang Persipura kontra PSIS Semarang, 20 September mendatang.
“Stadion Papua Bangkit berkapasitas 42 ribu penonton. Kami ingin laga nanti jadi saksi kebangkitan Persipura. Dukungan penuh suporter akan menjadi energi bagi pemain untuk berjuang sampai akhir demi kemenangan,” tegasnya.
Baca juga: Persipura Boyong 23 Pemain Hadapi Persipal di Laga Perdana Liga 2 Championship
Ia juga mengajak masyarakat adat Tabi di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kota Jayapura untuk hadir memberi dukungan.
“Persipura harus menang di kandang. Kekalahan adalah kemunduran. Liga 2 bukan tempat Persipura. Tim ini adalah simbol sepak bola indah Papua, jenderal bintang empat yang harus kembali ke Liga 1,” pungkasnya.
Laporan: Roy | rilis

















