Foto: ist / Ketua Pansel DPRK Mamberamo Raya
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Panitia Seleksi (Pansel) DPRK Mamberamo Raya memastikan akan segera mengumumkan hasil seleksi calon anggota DPRK jalur pengangkatan periode 2024–2029 dalam waktu dekat. Ketua Panitia Seleksi (Pansel), Nelius Awaki, menyampaikan hal ini melalui sambungan telepon kepada awak media pada Kamis (13/2/2025).
Dalam pernyataannya, Nelius Awaki menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat adat Mamberamo Raya atas keterlambatan pengumuman.
Menurutnya, berbagai kendala, terutama terkait anggaran, menjadi faktor utama yang menghambat jalannya tahapan seleksi.
Keterbatasan Anggaran Hambat Proses Seleksi
Nelius menjelaskan bahwa meskipun tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai jadwal, keterbatasan anggaran operasional menyebabkan penundaan dalam proses pengumuman.
Anggaran yang diberikan oleh pemerintah daerah dinilai belum mencukupi, karena harus dibagi untuk tiga panitia, yakni Panitia Pemilihan (Panpil), Pansel Sekretariat, dan Pansel DPRK.
“Walaupun anggaran yang tersedia terbatas, kami telah bekerja maksimal, mulai dari tahapan pendaftaran, verifikasi berkas, pengumuman hasil administrasi, tes tertulis, wawancara, hingga rekam jejak para calon anggota DPRK,” ujar Nelius Awaki.
Ia menambahkan bahwa dalam minggu ini, Pansel akan mengumumkan hasil seleksi peserta yang lolos tes tertulis dan wawancara. Selang tiga hari berikutnya, nama-nama calon terpilih dan calon tetap dari masing-masing daerah pemilihan (Dapil) akan diumumkan.
“Sebelum bupati dan wakil bupati definitif dilantik, hasil seleksi ini sudah harus diumumkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya anggaran tambahan untuk menyelesaikan tahapan akhir, termasuk akomodasi perjalanan ke Jayapura guna melakukan konsultasi dengan pemerintah provinsi dan Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, anggaran juga diperlukan untuk publikasi hasil seleksi agar prosesnya transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Keterwakilan Perempuan dan Dukungan Masyarakat
Menanggapi pertanyaan terkait keterwakilan perempuan asli Mamberamo Raya dalam seleksi ini, Nelius menjelaskan bahwa pihaknya telah berupaya mengakomodasi kuota perempuan asli daerah.
Namun, banyak peserta perempuan yang mengikuti seleksi bukan berasal dari marga asli Mamberamo, melainkan perempuan dari luar daerah yang menikah dengan penduduk setempat dan direkomendasikan oleh suku atau sub-suku di Mamberamo Raya.
Sementara itu, Ketua KNPI sekaligus tokoh masyarakat Mamberamo Raya, Yotam Bilasi, memberikan apresiasi terhadap kerja Pansel DPRK. Menurutnya, proses seleksi telah berjalan transparan tanpa intervensi dari pihak tertentu.
“Kami harap para peserta yang tidak lolos seleksi dapat menerima hasil dengan jiwa besar dan mendukung kerja Timsel. Kursi yang tersedia memang terbatas, sehingga tidak semua peserta bisa terakomodasi,” ujar Yotam.
Ia juga mengingatkan agar para peserta yang tereliminasi tidak mengajukan protes berlebihan, terutama bagi mereka yang sebelumnya telah mencalonkan diri melalui jalur partai politik.
“Proses seleksi ini telah dilakukan dengan berkoordinasi dengan KPU melalui aplikasi Silon, sehingga semua nama dapat dipantau dengan jelas,” tambahnya.
Sebagai penutup, Yotam mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung hasil seleksi yang akan segera diumumkan.
“Lima nama calon terpilih adalah bagian dari orang asli Mamberamo yang harus kita dukung dan berdayakan,” pungkasnya.
Laporan: Andre Fon









