Foto: Willy |Kapolres Mamberamo Raya AKBP. Arifin didampingi Asisten II Pemda Mamberamo Raya Drs. Sukarno dan Pabung 1712 Sarmi Perwakilan Mamberamo Raya Mayor. Musa Siep, melakukan pertemuan bersama masyrakat pendemo diburmeso rabu (9/7).
Burmeso, Jurnal Mamberamo Foja — Aksi pemalangan sejumlah kantor pemerintahan di Kabupaten Mamberamo Raya akhirnya menemui titik terang. Dalam pertemuan antara perwakilan masyarakat, aparat keamanan, serta sejumlah pejabat daerah yang berlangsung di Burmeso, Selasa (8/7), disepakati bahwa palang akan dibuka setelah Bupati dan Wakil Bupati hadir secara langsung di wilayah tersebut.
Pertemuan ini dihadiri Kapolres Mamberamo Raya AKBP Arifin, Pabung 1712/Sarmi Mayor Musa Siep, Asisten II Sekda Mamberamo Raya Sukarno, Ketua LMA Terianus Bisararisi, Koordinator aksi pemalangan Nas Alle, serta ratusan warga yang ikut menyampaikan aspirasi.
Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Arifin menegaskan bahwa Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengimbau agar hal tersebut dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu aktivitas pelayanan publik.
“Kami hadir bukan untuk menekan, tapi mencari solusi bersama. Kami semua telah menyepakati bahwa pemalangan akan dibuka begitu Bupati atau Wakil Bupati tiba di Burmeso. Komitmen ini penting untuk kita jaga demi stabilitas keamanan dan jalannya pemerintahan,” ujar Kapolres.
Ia juga mengingatkan bahwa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, tugas Polri adalah menjaga ketertiban, menegakkan hukum, serta melindungi dan melayani masyarakat. Oleh sebab itu, kelumpuhan total pemerintahan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.
Sementara itu, Koordinator aksi pemalangan, Nas Alle, menegaskan bahwa aksi yang mereka lakukan bukan untuk menolak kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, melainkan bentuk dorongan agar keduanya kembali menjalankan roda pemerintahan dari wilayah Mamberamo Raya, bukan dari luar daerah.
“Kami ingin mereka hadir dan bekerja dari sini, bukan hanya datang sesekali. Setelah mereka tiba, kami siap buka palang. Ini murni untuk perbaikan daerah ke depan,” tegas Nas Alle.
Bupati Utus Delegasi Temui Massa Aksi di Mamberamo Raya
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya segera mengambil langkah taktis dengan mengutus empat anggota DPRK dan sejumlah pimpinan OPD yang masih berada di luar wilayah untuk segera kembali ke Mamberamo Raya. Delegasi ini dijadwalkan bertolak pada Rabu (9/7) untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan memfasilitasi proses pembukaan palang.
Anggota DPRK Mamberamo Raya, Dony Pateh, menjelaskan bahwa Bupati Roby Rumansara saat ini masih berada di Jayapura untuk menghadiri sejumlah agenda penting yang tidak dapat diwakilkan.
“Dalam pertemuan kami bersama Bapak Bupati di Jayapura, telah disepakati bahwa Bupati akan menyusul ke Mamberamo Raya pada 16 Juli mendatang. Sebagai langkah awal, kami yang diutus akan menemui masyarakat terlebih dahulu dan membuka ruang dialog,” jelas Dony.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa setibanya Bupati pada pertengahan Juli nanti, akan digelar pertemuan terbuka yang melibatkan seluruh unsur, seperti DPRK, OPD, LMA, Dewan Adat, serta aparat keamanan TNI-Polri, guna mencari solusi komprehensif atas berbagai persoalan yang terjadi di Mamberamo Raya.
“Langkah ini diharapkan menjadi awal penyelesaian konflik dan memperkuat komitmen bersama dalam membangun Mamberamo Raya yang lebih baik,” pungkasnya.
Laporan: Willy Awek
















