Foto: istimewa | Nampak Yanni, SH.,M.Sos., Anggota KEPP Otsus Papua ketika berpose bersama awak media di Jayapura, Kamis (25/6).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Yanni, SH., M.Sos., terus menunjukkan komitmennya membangun komunikasi yang terbuka dengan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya melalui pertemuan santai bersama sejumlah jurnalis Papua di salah satu kafe di Kota Jayapura, Kamis (25/6/2026).
Di tengah padatnya agenda, Yanni memilih meluangkan waktu untuk berdiskusi langsung dengan insan pers. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk bertukar pikiran, menyerap berbagai aspirasi, sekaligus membahas isu-isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan dan masa depan Papua.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Tidak ada sekat antara narasumber dan jurnalis. Obrolan mengalir santai, diselingi canda tawa, namun tetap sarat dengan pembahasan mengenai berbagai tantangan pembangunan di Tanah Papua.
Menurut Yanni, komunikasi yang sehat merupakan fondasi penting dalam membangun kepercayaan di tengah masyarakat. Melalui dialog yang terbuka, setiap pihak memiliki kesempatan menyampaikan pandangan, memberikan masukan, sekaligus mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi Papua.
“Komunikasi yang baik akan melahirkan kepercayaan. Ketika semua pihak mau duduk bersama, saling mendengar, dan saling menghargai, maka kolaborasi akan terbangun dengan sendirinya. Dari situlah pembangunan yang berpihak kepada masyarakat bisa diwujudkan,” ujarnya.
Baca juga: Yanni ke MRP: Revisi PP Harus Jadi Jalan Memuliakan Orang Asli Papua, Bukan Sekadar Mengubah Aturan
Dalam kesempatan tersebut, Yanni juga mengungkapkan bahwa berbagai aspirasi masyarakat Papua terus diperjuangkan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Beragam program strategis dalam kerangka Otonomi Khusus terus dikawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh Orang Asli Papua serta seluruh masyarakat di Tanah Papua.
Ia menegaskan, setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan sumber daya manusia Papua, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan.
Yanni menilai media memiliki posisi yang sangat strategis dalam perjalanan pembangunan Papua. Selain menjadi penyampai informasi kepada masyarakat, media juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan rakyat, sekaligus mitra yang ikut mengawal jalannya berbagai kebijakan publik.
Karena itu, menurutnya, hubungan yang harmonis antara pemerintah, media, dan masyarakat harus terus dipelihara agar setiap program pembangunan dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut menjadi cerminan bahwa membangun Papua tidak cukup hanya melalui program dan kebijakan semata. Dibutuhkan komunikasi yang terbuka, rasa saling percaya, serta kolaborasi yang kuat dari seluruh elemen, termasuk insan pers, agar cita-cita mewujudkan Papua yang maju, sejahtera, dan bermartabat dapat terwujud.
Laporan: M. Irfan

















