Foto: istimewa | Tampak para Kaum Bapak (PKB) Jemaat GKI Ebenhaezer saling berjabat tangan usai ibadah Natal, Senin (29/12).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Jemaat GKI Ebenhaezer menggelar Perayaan Natal PKB pada Senin (29/12) di Sentani. Ibadah Natal berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan seluruh anggota persekutuan.
Perayaan Natal PKB tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang diambil dari Matius 1:21–24. Tema tersebut menegaskan kembali pentingnya keluarga sebagai dasar pertumbuhan iman dan kehidupan bergereja.
Sementara itu, subtema yang diusung yakni “Penyelamatan Allah Memberi Sukacita dan Memotivasi kepada PKB dalam Kepedulian Beribadah di Rumah Tangga maupun Jemaat.”Subtema ini menekankan peran strategis kaum bapak sebagai imam dalam rumah tangga sekaligus pilar pelayanan jemaat.
Baca juga: Natal di GKI Eben haezer Yakonde, Zita Anjani Masak dan Berbagi Sukacita Bersama Jemaat
Ketua PKB Jemaat GKI Ebenhaezer, Timothius Demetouw, mengatakan bahwa seluruh program PKB selaras dengan arah pelayanan Sinode GKI di Tanah Papua. Ia menyebutkan, tahun 2025 ditetapkan sebagai tahun pelayanan dengan fokus pada nilai kepedulian.
“Kaum bapak memiliki latar belakang ekonomi yang berbeda-beda. Karena itu, kepedulian tidak cukup hanya dalam doa, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk saling menguatkan dari sisi ekonomi,” ujar Timothius.
Sebagai bentuk konkret kepedulian tersebut, PKB Jemaat GKI Ebenhaezer sepanjang tahun 2025 telah menjalankan program pembinaan ekonomi jemaat.
Program ini diwujudkan melalui pemanfaatan lahan gereja untuk menanam sayur-mayur dan tanaman pangan sejak September hingga Desember 2025.
Hasilnya, beberapa kali panen berhasil dilakukan dan memberi manfaat langsung bagi anggota persekutuan. Selain pertanian, PKB juga mengembangkan usaha budidaya ikan lele melalui kolam perikanan jemaat.
Panen perdana ikan lele yang dilakukan pada November lalu menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan dan menjadi harapan baru dalam penguatan ekonomi PKB.
“Dari kegiatan ekonomi bersama ini, kami melihat peluang agar PKB memiliki sumber pendapatan tetap. Karena itu, menyongsong Tahun Kesehatian Sinode GKI di Tanah Papua 2026, kami mendorong pembentukan koperasi PKB di tingkat jemaat,” jelasnya.
Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Kemenag Gelar Natal Bersama Secara Kelembagaan
Menurut Timothius, rencana pembentukan koperasi PKB merupakan program perdana di Jemaat GKI Ebenhaezer. Ia berharap koperasi tersebut dapat membangkitkan semangat hidup, memperkuat solidaritas, serta menopang pelayanan PKB ke depan.
Dalam refleksi Natal, Timothius menegaskan bahwa rumah tangga merupakan fondasi utama gereja. Ketika rumah tangga kuat dalam iman, maka gereja akan bertumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Kaum bapak memiliki peran penting sebagai imam dalam keluarga, untuk membimbing istri dan anak-anak tetap hidup dalam iman. Perubahan hidup sejati hanya bersumber dari Tuhan,” tuturnya.
Ia berharap Perayaan Natal PKB tahun ini membawa makna mendalam serta semakin mempersatukan seluruh anggota PKB Jemaat GKI Ebenhaezer. Ke depan, partisipasi kaum bapak diharapkan semakin meningkat dan persekutuan semakin solid.
Perayaan Natal PKB ini turut dihadiri Kepala Biro PKB Sinode GKI di Tanah Papua Pdt.
Henock Tommisa selaku Pelayan Firman, Kepala Seksi PKB GKI Klasis Sentani Wellem Ansaka, para pelayan jemaat, badan pelayan unsur PAR, PAM, PW, serta tamu undangan lainnya.
Laporan: M. Irfan

















