Foto: Irfan / Ketua FPK, Menasse Bernard Taime
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Ketua Forum Peduli Kemanusiaan (FPK) Kabupaten Jayapura, Menasse Bernard Taime, meminta para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan kontraktor asli Papua menahan diri dari aksi demonstrasi di Kantor Bupati Jayapura yang direncanakan berlangsung pada Senin, 6 Januari 2025.
“Sebagai Ketua FPK, saya mengimbau agar para guru dan kontraktor tidak melakukan demo lagi. Kita baru saja menyampaikan aspirasi melalui aksi demo sebelumnya, pada 30 Desember 2024. Tidak perlu ada aksi lagi sekarang,” ujar pria yang akrab disapa MBT itu, Minggu (5/1/2025) malam.
Menurut MBT, hari pertama masuk kerja pasca libur Natal dan Tahun Baru seharusnya digunakan untuk mendukung roda pemerintahan, bukan dengan aksi yang dapat mengganggu aktivitas kantor. Ia juga mengingatkan bahwa aksi demo sebelumnya sudah menghasilkan kesepakatan bersama dengan Pemda.
“Berikan waktu kepada Pemda untuk merealisasikan komitmen yang telah disepakati saat demo terakhir. Jangan kita terburu-buru dan terus membuat tekanan tanpa alasan yang kuat,” katanya.
MBT turut menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan hukum dalam pelaksanaan demonstrasi. Ia meminta pihak Kepolisian, dalam hal ini Polres Jayapura, untuk memastikan bahwa pihak-pihak yang ingin berdemonstrasi sudah memiliki izin keramaian.

“Jika tidak ada izin, maka aksi demo harus dibubarkan. Jika ada pihak yang melawan, harus ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kita hidup di negara hukum, jadi mari kita hormati itu,” tegasnya.
Dengan gaya khasnya yang santai namun tegas, MBT berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk menjaga ketertiban dan memberikan kesempatan kepada Pemda melaksanakan tugasnya.
“Kita semua ingin kemajuan bersama. Jadi, mari menahan diri dan fokus pada dialog konstruktif daripada terus melakukan aksi yang tidak memberikan solusi nyata,” tutupnya.
(Fan)







