Mashita Idar Tegas: Siap Kawal Kasus Femisida yang Libatkan Oknum TNI AU

Foto: Irfan / Anggota DPRK Jayapura, Mashita Idar
banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan / Anggota DPRK Jayapura, Mashita Idar

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja Ketua Komisi D DPRK Jayapura, Mashita K. S. Idar, menerima pengaduan keluarga mendiang Elis Agustina Yotha, korban femisida yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI AU, Serka MM.

banner 325x300

Kasus tragis ini terjadi di Kabupaten Jayapura pada 1 Desember 2024, ketika Elis diduga dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh suaminya sendiri.

Kedatangan keluarga korban ke ruang kerja Mashita menjadi momentum penting untuk meminta keadilan.

Mereka mengaku kecewa atas jawaban yang diberikan pihak terkait dan berharap Mashita dapat memperjuangkan nasib mereka.

Mashita, yang baru saja dilantik sebagai Ketua Komisi D, menyatakan kesiapan untuk mengawal kasus ini.

Ia berjanji akan membawa permasalahan ini ke dalam rapat komisi dan menyoroti aspek perlindungan perempuan.

“Keluarga korban merasa sangat kecewa dengan jawaban yang mereka terima dari pihak menengah. Sebagai Ketua Komisi D yang membidangi perlindungan perempuan dan anak, saya akan turun langsung mempertanyakan apa saja yang sudah dilakukan dan bagaimana perkembangan penanganan kasus ini oleh Lanud Silas Papare,” tegas Mashita saat ditemui awak media.

Mashita juga menekankan pentingnya koordinasi dengan institusi militer.

“Karena kasus ini melibatkan oknum TNI AU, kami perlu menjalin komunikasi dengan pihak Lanud Silas Papare agar proses hukum berjalan transparan dan adil,” tambahnya.

Sebagai bentuk nyata dari komitmennya, Mashita berencana mengunjungi keluarga korban dalam waktu dekat.

“Saya ingin mendengar langsung apa yang mereka rasakan dan memastikan bahwa hak-hak mereka sebagai keluarga korban pembunuhan terhadap perempuan lantaran dendam, benci, penguasaan dsb yang disebut Femisida, tidak diabaikan,” ujarnya.

Tragedi yang menimpa Elis Agustina Yotha telah menghebohkan publik, terutama setelah kasus ini viral di media sosial pada 16 Desember 2024.

Berdasarkan laporan, tindakan keji ini diduga dipicu oleh persoalan sepele, yakni charger ponsel. Serka MM, yang bertugas di Lanud Silas Papare, diduga membakar istrinya hingga meninggal dunia.

Sebagai legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mashita Idar kini menjadi simbol harapan baru bagi keluarga korban dan masyarakat yang menginginkan keadilan dalam kasus ini.

“Pemberantasan kekerasan terhadap perempuan harus menjadi prioritas kita bersama. Saya berharap kasus ini menjadi pelajaran bahwa setiap tindakan kekerasan harus dihukum setimpal,” pungkas Mashita.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *