Foto: Irfan / Anggota DPRK Jayapura, Mashita Idar saat Reses di Doyo Baru
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Ketua Komisi D DPRK Jayapura, Mashita K. S. Idar, memanfaatkan reses masa persidangan pertama dengan menyerap aspirasi masyarakat di dua lokasi berbeda pada Jumat (24/01/2025).
Lokasi tersebut adalah Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, dan BTN Anugrah Regency Doyo Baru, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura.
Reses tersebut menjadi momen penting bagi Mashita untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat yang telah mendukungnya hingga menduduki kursi legislatif.
Sambutan hangat dari warga menunjukkan kepercayaan yang besar terhadap politisi muda dari Fraksi Gotong Royong ini.
Mashita, yang juga Ketua Komisi D DPRK Jayapura, memberikan perhatian khusus pada isu-isu terkait perlindungan perempuan dan anak.
“Reses adalah waktu yang sangat berharga untuk mendengarkan masyarakat secara langsung, terutama kaum perempuan yang berperan penting dalam membangun generasi masa depan,” ujar Mashita kepada media usai kegiatan di BTN Anugrah Regency Doyo Baru.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat menunjukkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas hidup, terutama dalam aspek lingkungan, kesehatan, dan infrastruktur.
Dalam dialog resesnya, sejumlah aspirasi penting muncul, di antaranya:
Di BTN Anugrah Regency Doyo Baru:
- Peningkatan jalan lingkungan.
- Lampu penerangan jalan.
- Fasilitas Posyandu dan taman bermain.
- Sarana olahraga dan pemeriksaan rutin kesehatan ibu.
Di Kampung Nolokla:
- Perbaikan pipanisasi air bersih peninggalan Belanda.
- Peningkatan jalan menuju SMAN 3 Sentani.
- Penyediaan lampu penerangan jalan.
Mashita menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah aspirasi yang bersifat mendesak dan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Mashita memastikan seluruh aspirasi yang diterima akan dituangkan ke dalam pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRK untuk kemudian diajukan ke pihak eksekutif.
“Pokir ini akan menjadi landasan untuk mengupayakan realisasi program yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak semua aspirasi dapat segera diwujudkan dalam waktu singkat.
“Proses realisasi memerlukan waktu dan perencanaan. Aspirasi yang disampaikan tahun ini mungkin baru bisa dijawab tahun depan. Namun, saya pastikan bahwa kebutuhan mendesak akan menjadi prioritas utama,” tambahnya.
Mashita, yang memiliki darah Banjar-Minahasa, menutup resesnya dengan memastikan bahwa ia dan timnya akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat di wilayah Dapil III.
“Kami berkomitmen untuk mendahulukan kebutuhan yang paling mendesak dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Laporan: Irfan

















