Foto: Irfan | Tampak Asisten 1 bidang Pemerintahan Setda Kab Jayapura Gilbert R. Yakwart, S.STP., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Elisa Yarusabra, S.Sos., M.PA., turut hadir Benyamin Yarisetouw, SE.,M.Par., saat menabuh tifa membuka pelatihan di Hotel Grand Alison Sentani, Senin (29/9).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten Jayapura semakin serius menggarap potensi pariwisata lokal. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), pemerintah daerah menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Hotel Grand Alison, Sentani, Senin (29/9).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kabupaten Jayapura, Gilbert R. Yakwart, S.STP. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pariwisata tidak bisa hanya berhenti pada wacana, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata.
Baca juga: Raperda Kepariwisataan Disahkan, Haris Yocku: Pariwisata Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah
“Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang saatnya kita fokus pada kepemimpinan saat ini dan hasil kerja yang bisa dirasakan masyarakat. Percayakan kepada pemerintah daerah untuk memaksimalkan potensi pariwisata yang kita miliki,” tegas Gilbert di hadapan peserta pelatihan.
Gilbert mengungkapkan, saat ini Kabupaten Jayapura memiliki sedikitnya 32 destinasi wisata yang tengah dalam tahap pengembangan. Namun, baru 7 destinasi yang sudah mendapat perhatian khusus. Ke depan, pemerintah berkomitmen agar seluruh destinasi dapat dikelola lebih baik dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kita akan evaluasi dalam satu tahun ke depan. Komunikasi dengan kelompok sadar wisata menjadi kunci agar pengelolaan berjalan efektif. Kegiatan pelatihan ini menjadi pedoman bagi kita semua untuk bekerja secara maksimal,” ujarnya.
Baca juga: Disahkannya Perda Kepariwisataan, Benny Yarisetouw: Ini Langkah Besar bagi Jayapura
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, S.Sos., menambahkan bahwa pengembangan pariwisata tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik semata. Yang lebih penting adalah tata kelola dan manajemen yang berkelanjutan.
“Pemerintah daerah akan mendampingi para pengelola destinasi, termasuk kepala kampung, untuk mempercepat pembentukan kelompok sadar wisata. Selanjutnya, kelompok ini akan dibina secara berkesinambungan. Tujuannya jelas, pariwisata harus mampu memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal,” jelas Elisa.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai distrik di Kabupaten Jayapura. Mereka terdiri dari pelaku usaha kreatif, pengelola destinasi wisata, hingga perwakilan Pokdarwis yang akan menjadi ujung tombak pengembangan wisata di kampung masing-masing.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap lahir SDM pariwisata yang profesional, kreatif, serta mampu mengelola potensi daerah secara optimal. Dengan begitu, sektor pariwisata dapat menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan daerah sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Jayapura di mata publik nasional maupun internasional.
Laporan: M. Irfan

















