Foto: istimewa | Tampak suasana pelatihan komputer dan kuliner makanan khas Papua, berlangsung di gedung serbaguna, Gereja GKI Yahim Sentani, Minggu (22/2).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) terus dilakukan Badan Pekerja Harian Majelis Jemaat (BPHMJ) GKI Yahim Sentani. Bekerja sama dengan Yayasan Bengkel Papua, gereja ini menggelar pelatihan komputer gratis serta pelatihan kuliner makanan khas Papua berbahan dasar sagu.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna Guru U Kabey GKI Yahim Sentani, Minggu (22/2), mendapat sambutan luar biasa dari jemaat. Tercatat lebih dari 200 peserta mendaftar, berasal dari berbagai unsur pelayanan jemaat, mulai dari Anak Tanggung, remaja PAM dan PKB, hingga kaum ibu PW.
Pembukaan kegiatan dilakukan melalui ibadah Minggu bersama. Pelatihan teknis sendiri mulai berjalan pada Senin (23/2) dan dijadwalkan berlangsung selama dua minggu hingga 7 Maret 2027.
Baca juga: Jelang KLB, Sinode GKI Turun Tangan Satukan Tim Reformasi dan DPP FGM-GKI Demisioner
Ketua Majelis Jemaat GKI Yahim, Pdt. Oktofina Welly Kormasela, S.Si, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi berkat besar bagi jemaat karena membuka ruang belajar yang lebih luas, khususnya di bidang teknologi dan keterampilan usaha.
“Pelatihan komputer ini sudah lama menjadi harapan jemaat. Dulu pernah ada kegiatan serupa dari tingkat klasis, tapi partisipasinya masih terbatas. Karena itu, kami ingin menghadirkan pelatihan yang benar-benar dekat dengan kebutuhan jemaat,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi penting bagi generasi muda maupun orang tua agar tidak tertinggal di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi modern. Keterampilan digital dinilai menjadi bekal penting, baik untuk pendidikan, pelayanan gereja, maupun peningkatan ekonomi keluarga.

Selain pelatihan komputer, peserta juga dibekali keterampilan mengolah makanan khas Papua berbahan sagu. Program ini tidak hanya bertujuan melestarikan pangan lokal, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha rumahan berbasis kearifan lokal. Untuk sesi kuliner, sebagian bahan sagu disediakan langsung oleh peserta yang mendaftar.
Pdt. Kormasela turut mengapresiasi peran Yayasan Bengkel Papua yang digagas oleh putra-putri asli Papua dengan kepedulian tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat. Salah satu penggerak kegiatan ini diketahui merupakan anak Papua yang pernah bekerja di Freeport Indonesia dan kemudian terpanggil kembali melayani masyarakat melalui bidang pendidikan dan pelatihan keterampilan.
Baca juga: Pemkab Jayapura Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Kewirausahaan dan Perencanaan Bisnis
Pelaksanaan pelatihan dibagi dalam beberapa sesi waktu berbeda mengingat keterbatasan fasilitas komputer. Meski demikian, minat peserta tetap tinggi, terutama dari kalangan anak-anak, pemuda, dan ibu-ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan kemampuan
digital serta keterampilan memasak berbasis sagu.

Usai kegiatan di GKI Yahim Sentani, tim Yayasan Bengkel Papua dijadwalkan melanjutkan program serupa di jemaat terdekat, yakni GKI Abeale Zoar Pasar Lama.
Melalui pelatihan ini, jemaat diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga tumbuh rasa percaya diri, kreativitas, serta kemandirian ekonomi. Program ini dinilai sebagai langkah konkret gereja dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat identitas lokal Papua.
Pihak gereja juga membuka kesempatan bagi denominasi gereja tetangga untuk ikut ambil bagian dalam kedua jenis pelatihan tersebut.
Laporan: Sonny Rumainum

















