Implementasi Pelayanan Kesehatan Primer 2024 Resmi di Luncurkan Pemkab Jayapura

Caption Foto:Penjabat Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, memberikan imunisasi polio kepada balita di Puskesmas Waibu sebagai bagian dari kegiatan peluncuran Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) dan penyerahan bantuan penanganan stunting tahun 2024, Jumat, (04/10).
banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Caption Foto:Penjabat Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, memberikan imunisasi polio kepada balita di Puskesmas Waibu sebagai bagian dari kegiatan peluncuran Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) dan penyerahan bantuan penanganan stunting tahun 2024, Jumat, (04/10).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura secara resmi meluncurkan implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) 2024 pada Jumat, di Puskesmas Waibu, Kabupaten Jayapura. Acara ini ditandai dengan pelaksanaan kick-off oleh Penjabat Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, yang juga disertai penyerahan bantuan untuk penanganan stunting tahun 2024.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Penjabat Bupati Semuel Siriwa menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, baik secara individu maupun keluarga.

“Kami berharap implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer serta penyerahan bantuan penanganan stunting ini dapat memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” ujar Siriwa.

Menurutnya, Pemkab Jayapura saat ini fokus pada tiga agenda utama pembangunan, yaitu pengurangan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan pengendalian inflasi. Salah satu langkah konkret yang diambil untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Jayapura adalah pemberian makanan tambahan serta bahan pokok bergizi.

Caption Foto: Istri Penjabat Bupati Jayapura, memberikan Sembako kepada balita di Puskesmas Waibu sebagai bagian dari kegiatan peluncuran Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) dan penyerahan bantuan penanganan stunting tahun 2024, Jumat, (04/10).

“Kami bekerja keras agar prevalensi stunting dapat ditekan, sehingga ibu hamil dapat melahirkan anak yang sehat. Selain bayi yang sudah lahir, sasaran kami juga adalah calon bayi dalam kandungan. Caranya adalah dengan mendorong ibu-ibu untuk rajin memeriksakan kesehatannya setiap bulan di posyandu atau puskesmas, serta mengonsumsi makanan bergizi,” jelasnya.

Semuel menambahkan bahwa penurunan angka stunting memerlukan kerja sama yang komprehensif antar-organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Jayapura.

“Kami selalu menekankan bahwa untuk menyelesaikan permasalahan, terutama stunting, tidak bisa dilakukan sendiri. Harus ada kerja sama lintas sektor agar penanganannya lebih cepat dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Fan)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *