Dok JMF/ Tampak baliho Paslon Gubernur-wakil gubernur Papua nomor urut 02, di Kasonaweja
Kasonaweja, jurnalmamberamofoja.com – Menjelang hari pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, serta pemilihan kepala daerah lainnya, sejumlah baliho kampanye pasangan calon gubernur nomor urut 2 masih terlihat terpampang di beberapa lokasi strategis di Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, hingga H-1 pemilu.
Padahal, aturan pemilu mengharuskan seluruh alat peraga kampanye (APK) ditertibkan oleh tim sukses pasangan calon (paslon) atau pihak terkait selama masa tenang.
Komisioner KPU Mamberamo Raya, Yos Ruamba, menyayangkan sikap tim paslon nomor 2 yang belum menurunkan APK mereka sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Kami sangat menyayangkan masih adanya baliho paslon yang belum diturunkan hingga H-1. Kami meminta tim paslon, Bawaslu, dan Panwas Distrik segera menertibkan baliho tersebut. Ini penting untuk menjaga suasana masa tenang dan mencegah potensi pelanggaran,” tegas Yos Ruanba saat ditemui di Kasonaweja, Senin (26/11).

Keluhan Warga
Beberapa warga Mamberamo Raya turut menyuarakan keprihatinan mereka atas lambannya penertiban APK. Mereka menilai ketidakpatuhan terhadap aturan ini bisa menciptakan ketidakadilan dalam proses pemilu.
“Semua paslon harus mematuhi aturan, termasuk membersihkan baliho mereka selama masa tenang. Kami ingin pemilu berjalan damai, jujur, dan adil,” ujar Semuel, seorang warga Kasonaweja.
Imbauan untuk Penegakan Aturan
Masa tenang merupakan periode krusial menjelang pemungutan suara yang dijadwalkan berlangsung pada 27 November 2024. Dalam periode ini, netralitas dan ketertiban harus dijaga untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang demokratis.
KPU Mamberamo Raya berharap Bawaslu, Panwas Distrik, dan seluruh elemen terkait segera mengambil langkah tegas dalam menertibkan APK yang masih terpasang. “Kami menginginkan semua pihak, terutama tim sukses, mendukung terciptanya pemilu yang aman dan kondusif dengan menaati aturan yang ada,” tutup Yos Ruanba.
Pemungutan suara besok akan menjadi ujian penting bagi seluruh pihak untuk menunjukkan komitmen menjaga integritas demokrasi di Papua.
(NAPY)









