Foto: istimewa /Pj. gub Velix Wanggai dan Menko Pangan Zulkifli Hasan
Menko Pangan: Harga kopi lagi bagus ini, bisa dari Papua pegunungan!
Jakarta, Jurnal Mamberamo Foja – Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Velix Fernando Wanggai, S.IP., M.PA, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Drs. Wosuok Demianus Siep dan jajaran pemerintah provinsi, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Rabu (5/2).
Pertemuan yang berlangsung di Graha Mandiri, Thamrin, Jakarta Pusat, ini diterima langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Dr. H. Zulkifli Hasan, SE.,MM dan Sekretaris Kementerian Kasan.
Diskusi berfokus pada penguatan ketahanan pangan serta percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Papua Pegunungan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang notabene adalah petani.
Gubernur Velix menekankan bahwa Papua Pegunungan masih menghadapi kendala besar pada sektor transportasi khusus berdampak dalam pemerataan harga barang yang kian melonjak terutama di daerah terpencil.
Ia berharap ada dukungan lebih kuat dari pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur dasar untuk menunjang sektor tersebut.
“Kami daerah pegunungan semua akses mayoritas menggunakan transportasi udara, sehingga tingkat kemahalan masih sangat tinggi. Beras aja sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) 25.000/kg, sehingga 1,3 juta jiwa penduduk pegunungan yang mayoritas adalah petani berharap kebijakan dari Kemenko Pangan, ungkap Velix menjelaskan persoalan daerahnya.
Selain itu, pembahasan juga mencakup strategi peningkatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian dan peternakan berbasis kearifan lokal.

Menderngar masukan dari Velix, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung sektor pangan di Papua Pegunungan.
“Jadi intinya kami memang lagi program swasembada pangan, kalau petani perlu irigasi diusulkan aja! Kemudian kopi bagus sekarang, harganya itu 70.000/perkg, juga coklat itu bagus kalau produski disitu bisa tidak ya,” tutur Zulkifli meresponi masukan gubernur Velix.
“Kalau beras mahal dan akses susah, mending pemda kembangkan tanaman ubi, soalnya ubi kan gampang tanamnya. Kemudian, budidaya ikan air tawar bisa dibantu KKP, kalau ada ternak ayam, atau sapi mungkin bisa dibantu, jawab Menko pangan,” menjawab akar masalah terkait pangan di pegunungan Papua.
Kemenko Pangan akan memperkuat koordinasi lintas kementerian, agar kebijakan dan program pada provinsi Papua pegunungan lebih efektif.
“Kami akan memastikan kolaborasi dengan kementerian terkait untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan sesuai dengan kondisi geografis Papua Pegunungan misalnya kopi ya. Tambah lagi pembangunan irigasi dan peningkatan produktivitas pertanian akan menjadi fokus utama,” kata Zulkifli Hasan yang juga ketua umum Partai Amanan Nasioal (PAN) ini.
Sebagai informasi, Kemenko Pangan mengoordinasikan enam kementerian dan lembaga (K/L), yaitu Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Badan Pangan Nasional, serta Badan Gizi Nasional.
Melalui sinergi ini, diharapkan kebijakan pembangunan pangan dan SDM di Papua Pegunungan menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.
Kunjungan kerja ini diharapkan menghasilkan langkah konkret guna mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.
Laporan: Roy








