Dok ist/ Calon Bupati Biak Numfor, Markus O. Mansnembra, SH, MM, dan Calon Wakil Bupati, Jimmy CR Kapissa, bersama Tim Koalisi Gerakan Karya Kebangkitan Demokrasi Indonesia saat menyampaikan orasi politik dalam kampanye akbar di Lapangan Saramom, Biak Kota, Rabu (20/11).
Biak, jurnalmamberamofoja.com – Calon Bupati Biak Numfor Nomor Urut 01, Markus O. Mansnembra, SH, MM, menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap warga Biak Numfor mendapatkan layanan kesehatan maksimal tanpa ada lagi penolakan pasien di puskesmas maupun rumah sakit. Hal ini ia sampaikan dalam kampanye akbar di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Biak Kota, Rabu (20/11).
Markus, yang berpasangan dengan Jimmy Carter Rumbarar Kapissa sebagai Calon Wakil Bupati, menyatakan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak fundamental yang akan menjadi prioritas utama jika terpilih memimpin Biak Numfor periode 2024-2029.

“Jangan ada lagi kasus pasien yang ditolak di fasilitas kesehatan. Pemerintah harus benar-benar hadir melayani masyarakat. Kami optimis bisa memperbaiki sistem pelayanan kesehatan agar lebih maksimal,” ujar Markus saat menyampaikan orasinya.
Dalam visi pelayanannya, Markus juga berkomitmen memperhatikan kesejahteraan tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga penunjang lainnya. Ia menyoroti persoalan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) yang selama ini dikeluhkan akibat tata kelola anggaran yang kurang optimal.
“Pemerintah harus memastikan tenaga kesehatan mendapatkan hak mereka, baik dalam bentuk insentif maupun fasilitas kerja, agar mereka bisa memberikan pelayanan terbaik,” lanjutnya.
Markus memaparkan pengalaman suksesnya saat menjabat sebagai Penjabat Bupati Sarmi. Kala itu, ia berhasil menjalin kerja sama dengan RSUD Jayapura dan RSUD Abepura untuk mempermudah akses layanan kesehatan bagi warga Sarmi.
“Warga Sarmi cukup menunjukkan KTP untuk mendapat perawatan di Jayapura. Jika pasien meninggal, pemerintah menanggung biaya pemulangan jenazah hingga ke Sarmi. Kami ingin model ini diterapkan di Biak Numfor,” jelas Markus, yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor.

Markus menambahkan bahwa dana Otonomi Khusus (Otsus) akan digunakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Prioritasnya adalah menekan angka kematian ibu, menurunkan prevalensi stunting, dan menyediakan dokter spesialis di setiap puskesmas.
“Dengan sinergi bersama pemerintah provinsi dan pusat, kami yakin bisa mewujudkan Biak Numfor yang lebih sehat dan sejahtera,” tutupnya.
(Red)











