Euforia Kemenangan Brasil Berujung Duka, Seorang Polisi Tewas Setelah Bendera Terlilit Rantai Motor

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Korban GH (23) yang diketahui merupakan anggota POLRI meninggal dunia akibat terlilit bendera Brazil ketika pawai kemenangan tim samba atas Haiti 3-0, Sabtu (20/6). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Euforia kemenangan Tim Nasional Brasil pada ajang Piala Dunia 2026 berubah menjadi tragedi. Seorang pria berinisial GH (23), yang diketahui merupakan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri), meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal saat mengikuti konvoi perayaan kemenangan Tim Samba, Sabtu (20/6/2026).

banner 325x300

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban bersama sejumlah pendukung Brasil lainnya menggelar konvoi kendaraan usai kemenangan Selecao atas Haiti dengan skor 3-0 pada pertandingan yang berlangsung Sabtu pagi waktu Indonesia Timur (WIT).

Namun, kegembiraan tersebut berakhir tragis ketika korban yang mengendarai sepeda motor jenis Honda CRF warna hitam mengalami kecelakaan di Jalan Masuk Kali Koa, Kampung Keyen, Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.

Diduga, bendera Brasil berukuran besar yang dikenakan korban terlilit pada bagian rantai sepeda motor. Korban diketahui mengikat bendera tersebut di bagian leher saat berkendara. Saat kain tersangkut pada komponen kendaraan, korban kehilangan kendali hingga mengalami kecelakaan fatal dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Baca juga: Kisah Pilu di Kampung Harapan: DEP Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran oleh Orang Tua

Kepergian GH meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat di institusi Polri, serta masyarakat yang mengenalnya. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa perayaan kemenangan dalam ajang olahraga seharusnya tetap mengedepankan keselamatan.

Penggunaan atribut berukuran besar, seperti bendera yang dikenakan atau dipasang pada kendaraan saat konvoi, memiliki risiko tinggi apabila tersangkut pada bagian kendaraan maupun mengganggu konsentrasi pengendara.

Tragedi yang terjadi di Sorong Selatan ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk Kota Jayapura, yang kerap menggelar konvoi untuk merayakan kemenangan tim favorit. Semangat dan kebanggaan dalam mendukung sebuah tim hendaknya selalu dibarengi dengan kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *