Tim Ekspedisi Patriot Unair Dorong Desa Sehat di Kawasan Transmigrasi Prafi

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Mander | Suasana FGD penentuan lokasi intervensi program revitalisasi sanitasi dan PHBS di Aula Kantor Distrik Masni, Rabu (12/8).

Manokwari, jurnalmamberamofoja.com Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) menghadirkan sejumlah inovasi sederhana untuk mendukung terwujudnya desa sehat di kawasan transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat.

banner 325x300

Inovasi tersebut dirancang dengan memanfaatkan potensi lokal dan teknologi sederhana yang mudah diterapkan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mendorong pemanfaatan sumber daya secara efektif, efisien, sekaligus berkelanjutan.

Program tersebut dijalankan Tim 11 Ekspedisi Patriot Unair yang dipimpin Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes., melalui program “Revitalisasi Sanitasi dan PHBS: Strategi Percepatan Desa Sehat di Kawasan Transmigrasi Prafi, Manokwari, Papua Barat.”

Sebagai tahap awal, tim melakukan identifikasi dan penentuan lokasi prioritas pemberdayaan masyarakat melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan pemangku kepentingan di Distrik Masni dan Wasirawi. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Distrik Masni, Rabu (12/8).

Tampak suasana FGD bersama Tim Ekspedisi Unair
Tampak suasana FGD bersama Tim Ekspedisi Unair

Ketua Tim 11, Dr. Corie Indria Prasasti, mengatakan FGD dilakukan untuk menentukan lokasi yang tepat bagi pelaksanaan program dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, kesiapan warga, serta dukungan dari para pemangku kepentingan setempat.

“FGD ini bertujuan mengidentifikasi dan menentukan titik lokasi yang tepat untuk pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat, dengan mempertimbangkan kondisi, kebutuhan, kesiapan masyarakat, serta dukungan dari pemangku kepentingan setempat,” ujar Corie.

Menurutnya, partisipasi dan masukan dari berbagai pihak menjadi bagian penting untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat dapat dilaksanakan secara tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Dari hasil FGD, tim menemukan sejumlah persoalan sanitasi di wilayah sasaran, terutama terkait pengelolaan sampah yang belum optimal serta limbah domestik yang belum dikelola dengan baik.

“Setelah dilaksanakan FGD, ditemukan permasalahan sanitasi berupa pengelolaan sampah yang belum optimal serta limbah domestik yang belum dikelola dengan baik di wilayah sasaran,” jelasnya.

Setelah FGD, Tim Ekspedisi Patriot Unair akan melanjutkan kegiatan dengan survei dan verifikasi lapangan. Tahapan tersebut menjadi dasar untuk menetapkan lokasi prioritas sekaligus menentukan bentuk intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Suasana FGD bersama Tim Ekspedisi Unair
Suasana FGD bersama Tim Ekspedisi Unair

Corie berharap pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dapat memberikan dukungan dalam bentuk koordinasi, fasilitasi, maupun pendampingan sesuai kewenangan masing-masing.

“Kita harapkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait bersedia memberikan dukungan, baik koordinasi, fasilitasi maupun pendampingan sesuai kewenangan masing-masing,” tuturnya.

Adapun sejumlah program unggulan Tim Ekspedisi Patriot Unair 2026 meliputi Instalasi Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga (IPLCRT), hidroponik, pengolahan sampah menjadi kompos, serta program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Program tersebut juga mencakup kegiatan pemicuan STBM serta pembuatan lubang biopori sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan praktik sanitasi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim juga akan mengoptimalkan peran kader Posyandu, PKK dan kelompok tani. Mereka diharapkan dapat menjadi natural leader yang mampu menjaga keberlanjutan program setelah pendampingan dari tim berakhir.

Tim Ekspedisi Patriot Unair dipimpin Dr. Corie Indria Prasasti, S.KM., M.Kes., dengan anggota Desta Dwi Lestari, Mhd Izzan Nasser, Yasmin Lail Ramadhani, Syaiful Arifin dan Yamander Au Yensenem.

Laporan: Mander 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *