Foto: istimewa | Tampak Apia Lepitalen Anggota DPR Papua Pegunungan dan tiga anggota DPRK Pagubin ketika bersiap terbang ke Kampung Yapil, Distrik Okbab, Pegunungan Bintang, Senin (16/3).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Peresmian Tugu Peradaban Injil Orang Ketengban di Kampung Yapil, Distrik Okbab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Senin (16/3/2026), menjadi penanda penting perjalanan sejarah masuknya Injil sekaligus penguatan nilai iman bagi generasi muda di wilayah tersebut.
Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk kembali mengingat akar sejarah pelayanan Injil yang telah membentuk kehidupan sosial dan spiritual suku Ketengban hingga saat ini.

Anggota DPR Provinsi Papua Pegunungan, Apia Lepitalen, menegaskan bahwa kehadiran para wakil rakyat dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk keterlibatan sebagai bagian dari gereja dan generasi yang lahir serta dibesarkan dalam lingkungan pelayanan rohani.
“Kami hadir bukan hanya sebagai wakil rakyat, tetapi juga sebagai bagian dari gereja. Kami adalah kader dan anak-anak yang dibentuk dalam pelayanan. Kehadiran kami diterima dengan hangat oleh masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Sidang Tahunan Klasis Okbab GIDI Teguhkan Iman dan Persatuan di Pegunungan Bintang
Ia menyebut, peresmian tugu ini juga dihadiri sejumlah anggota DPR baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten, yang berasal dari latar belakang Gereja Injili di Indonesia (GIDI) dan Katolik, mencerminkan semangat kebersamaan lintas denominasi dalam menjaga nilai-nilai iman.

Menurut Lepitalen, keberadaan tugu bersejarah tersebut memiliki makna mendalam sebagai simbol perjalanan Injil di tanah Ketengban, sekaligus menjadi pengingat bagi generasi muda agar tetap berakar pada iman dan nilai-nilai spiritual dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Tugu ini bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga peneguhan identitas iman bagi generasi penerus, khususnya di Distrik Okbab,” jelasnya.
Peresmian ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga warisan iman, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus melanjutkan nilai-nilai pelayanan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Laporan: M. Irfan

















