Dari Supiori dan Biak, Yanni Serukan Gerindra Menangkan Hati Rakyat

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Yanni, SH.,M.Sos., Ketua DPD Gerindra Papua di Biak, ketika konsolidasi bersama pengurus DPC Kabupaten Biak dan Supiori. 

Biak, jurnalmamberamofoja.com – Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua, Yanni, mulai memanaskan mesin partai untuk menghadapi Pemilu 2029. Dalam agenda konsolidasi bersama pengurus DPC Gerindra Kabupaten Biak Numfor dan DPC Gerindra Kabupaten Supiori yang dipusatkan di Biak, Rabu (1/7/2026), ia menegaskan bahwa kemenangan politik hanya dapat diraih melalui kerja nyata, penguatan organisasi, dan kehadiran yang konsisten di tengah masyarakat.

banner 325x300

Menurut Yanni, konsolidasi tersebut merupakan bagian dari agenda rutin DPD Gerindra Papua untuk mengevaluasi kinerja organisasi sekaligus menyusun strategi jangka panjang dalam menghadapi kontestasi politik mendatang. Ia menegaskan seluruh struktur partai harus terus bergerak sepanjang waktu dan tidak hanya aktif menjelang pemilu.

“Pemilu tidak dimenangkan pada hari pencoblosan. Kemenangan dibangun jauh sebelumnya melalui kerja yang konsisten, kedekatan dengan masyarakat, dan kepercayaan yang terus dipelihara,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa menjadi pengurus partai merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Politik, katanya, bukan sekadar sarana meraih kekuasaan, melainkan ruang pengabdian untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kalau niat kita lurus, politik adalah ibadah. Setiap hari kita mendengar keluhan rakyat, memperjuangkan aspirasi mereka, lalu menghadirkan solusi. Itulah esensi pengabdian yang sesungguhnya,” ujar Yanni.

Dalam arahannya, Yanni memasang target ambisius agar Gerindra mampu meraih kemenangan besar di Papua pada Pemilu 2029. Untuk mewujudkan target tersebut, ia meminta seluruh kader fokus memenangkan hati rakyat melalui pelayanan, kepedulian, dan kerja nyata yang dirasakan langsung masyarakat.

“Hati rakyat tidak dimenangkan dengan baliho ataupun slogan. Hati rakyat diraih melalui ketulusan, kehadiran, dan kerja yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Yanni juga menginstruksikan seluruh jajaran Gerindra membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh adat, tokoh agama, akademisi, kaum profesional, generasi muda, maupun figur-figur berpengaruh di Papua yang memiliki integritas dan semangat membangun daerah untuk bergabung bersama Gerindra.

Menurutnya, Gerindra harus menjadi rumah besar perjuangan rakyat Papua, tempat berhimpunnya orang-orang yang memiliki komitmen membangun daerah sekaligus memperkuat Indonesia.

Selain memperkuat organisasi, Yanni meminta seluruh kader meninggalkan praktik politik yang dipenuhi fitnah, hoaks, dan ujaran kebencian. Ia menegaskan Gerindra harus tampil sebagai partai yang mengedepankan gagasan, pendidikan politik, serta solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Baca juga: Pengemudi Ojol Jayapura Curhat ke Gerindra Minta Tarif Disesuaikan Kondisi Papua

Dalam kesempatan tersebut, Yanni juga meminta kader mampu menjelaskan berbagai program pemerintah secara utuh kepada masyarakat, seperti Program Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis, hingga Koperasi Merah Putih.

Menurutnya, kader memiliki tanggung jawab memberikan pemahaman yang benar agar masyarakat tidak menerima informasi yang terpotong atau menyesatkan.

“Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaannya, pemerintah terus melakukan perbaikan. Namun tujuan besarnya tetap sama, yakni meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.

Ia menilai Program Koperasi Merah Putih menjadi salah satu bentuk keberpihakan negara terhadap ekonomi kerakyatan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok pemilik modal besar, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat bawah melalui semangat gotong royong.

Yanni menegaskan seluruh perjuangan politik Gerindra di Papua sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Di sela kunjungannya ke Biak, Yanni turut menghadiri kegiatan Youth Camp GPdI yang diikuti ribuan pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA. Dalam kesempatan itu ia mengajak generasi muda Papua membangun budaya demokrasi yang sehat, berpikir kritis, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, untuk menemui keluarga korban ledakan bom sisa Perang Dunia II. Selain menyampaikan belasungkawa, Yanni mendorong pemerintah menghadirkan langkah yang lebih sistematis dalam membersihkan sisa-sisa bahan peledak peninggalan perang melalui gagasan program “Papua Aman dari Warisan Perang”, sehingga ancaman terhadap keselamatan masyarakat dapat dihilangkan.

“Saya ingin Gerindra dikenang karena pengabdiannya, bukan sekadar karena atribut partainya. Jika kita bekerja dengan tulus dan selalu hadir untuk rakyat, maka kepercayaan akan datang dengan sendirinya, dan kemenangan hanyalah buah dari pengabdian itu,” tutup Yanni.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *