Foto: istimewa | Nampak Dr. Muhammad Rusdianto Abu, SAP., M.Si., Rektor Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) yang baru.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Tongkat kepemimpinan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) resmi berganti. Dr. Muh. Rusdianto Abu dilantik sebagai Rektor untuk periode 2026–2031 dalam sebuah prosesi yang digelar di Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Bhineka Tunggal Ika, M. Ali Kastella, sekaligus menandai babak baru perjalanan USTJ dalam memperkuat eksistensinya sebagai salah satu kampus unggulan di Tanah Papua.
Kehadiran Rusdianto Abu di pucuk pimpinan membawa harapan besar. Ia tidak hanya dikenal sebagai akademisi, tetapi juga figur muda dengan rekam jejak panjang di dunia organisasi dan birokrasi.
Namanya cukup populer di kalangan generasi muda Papua. Sejak aktif di DPD KNPI Papua pada 2009, hingga kini menjabat sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia DPD KNPI Papua, Rusdianto dikenal sebagai sosok komunikatif dan dekat dengan berbagai kalangan.
Di luar dunia kampus, ia juga masih menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal kuat dalam memimpin perguruan tinggi di tengah tantangan modernisasi dan transformasi digital.

Baca juga: Fakhiri Pastikan Relokasi Warga Mess Papua di Tanah Abang Tanpa Rugikan Siapapun
Dalam pernyataannya, Rusdianto Abu menegaskan komitmennya untuk membawa USTJ naik kelas menjadi kampus yang inovatif dan berdaya saing tinggi.
Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas pendidikan, penguatan riset, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“USTJ harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Papua,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bhineka Tunggal Ika atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada Pemerintah Provinsi Papua, khususnya Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, yang telah mendukung proses pencalonannya.
Dalam masa kepemimpinannya, berbagai strategi pengembangan kampus telah disiapkan. Mulai dari penguatan kurikulum dan kualitas dosen, pengembangan riset dan inovasi, hingga penataan infrastruktur kampus.
Tak hanya itu, percepatan digitalisasi menjadi agenda prioritas, termasuk mendorong internasionalisasi kampus melalui kerja sama pendidikan seperti program double degree dan joint degree dengan perguruan tinggi luar negeri, di antaranya Universiti Kebangsaan Malaysia.
Di sisi lain, USTJ juga akan memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD, serta mendorong kewirausahaan mahasiswa melalui inkubator bisnis dan pengembangan unit usaha kampus.
Rusdianto menegaskan bahwa tata kelola kampus yang transparan dan akuntabel akan menjadi fondasi utama, dengan sistem manajemen berbasis data dan evaluasi berkelanjutan.
Menurutnya, seluruh agenda besar tersebut hanya dapat terwujud melalui kolaborasi semua pihak.
“Kolaborasi adalah kunci untuk melahirkan SDM Papua yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Dengan kepemimpinan baru ini, USTJ diharapkan tidak hanya berkembang sebagai pusat pendidikan, tetapi juga menjadi motor penggerak lahirnya generasi muda Papua yang siap menghadapi tantangan global.
Laporan: Sony Rumainum

















