Foto: Willy | Kapolres Mamberamo Raya AKBP. Arifin, ketika dimintai keterangan di ruang kerjanya di Mapolres, Senin (11/8).
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Pasca pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025, Polres Mamberamo Raya memperketat pengamanan di Bandara Kasonaweja. Langkah ini diambil menyusul insiden pengusiran penumpang dari pesawat rute Sentani–Kasonaweja yang terjadi pada Minggu (10/8).
Kapolres Mamberamo Raya, AKBP Arifin, menjelaskan pengamanan difokuskan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan keamanan fasilitas bandara.
“Kami memperketat prosedur, termasuk pemeriksaan penumpang dan pengawasan area landasan, demi keselamatan bersama,” ujarnya di Kasonaweja, Senin (11/8).
Mulai Selasa (12/8), satu peleton Brimob BKO Polda Papua akan disiagakan di bandara bersama personel Polres. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran aktivitas penerbangan hingga pleno rekapitulasi suara tingkat KPU Kabupaten Mamberamo Raya selesai.
“Bandara adalah fasilitas negara yang wajib diamankan. Pesawat harus bisa mendarat dan lepas landas tanpa hambatan,” tegas Kapolres.
Insiden pada Minggu lalu dipicu aksi massa yang menghalangi pesawat Advent mendarat dan mengusir dua penumpang yang dianggap sebagai utusan calon gubernur tertentu. Massa menuding kehadiran penumpang tersebut terkait upaya intervensi hasil PSU.
Ketua Dewan Adat Mamberamo Raya, Alberd Bilasi, membenarkan dirinya memimpin aksi tersebut. Ia menyebut pesawat itu sebagai “pesawat siluman” yang membawa pihak yang diduga membawa uang untuk memprovokasi masyarakat. “Kami minta pesawat putar balik karena ada indikasi ingin mengubah hasil PSU,” ungkapnya.
Dengan penjagaan yang diperketat, Polres Mamberamo Raya berharap aktivitas bandara kembali normal, sekaligus menjaga stabilitas keamanan daerah hingga seluruh tahapan pasca-PSU tuntas.
Laporan: Willy Awek

















