Foto: istimewa / Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH, didampingi Wakil Bupati Haris Richard Yocku, SH., ketika diwawancarai
Yunus Wonda: Saya Hanya Dengar dari Mendagri, Karena Itu Adalah Pimpinan Saya
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., menegaskan bahwa kebijakan rotasi dan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura sepenuhnya didasarkan pada penilaian kinerja, bukan tekanan dari pihak mana pun.
Pernyataan tersebut disampaikan Yunus Wonda usai membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kabupaten Jayapura Tahun 2025, yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, pada Kamis (8/5).
“Kami siap bertanggung jawab atas keputusan ini. Saya dan wakil bupati ingin melihat kinerja nyata dari para pejabat. Jika tidak ada perubahan atau gebrakan, maka wajar dilakukan evaluasi,” kata Wonda.
Ia mencontohkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang menurutnya selama ini belum menunjukkan kinerja signifikan, terutama dalam upaya pemberantasan minuman keras (miras).
“Kalau aparat ikut terlibat dalam peredaran miras, bagaimana kita bisa memberantasnya? Ini menyangkut tanggung jawab dan komitmen terhadap tugas,” ujarnya.
Menanggapi sorotan dari sejumlah pihak terhadap rotasi jabatan tersebut, Wonda menegaskan bahwa keputusan itu telah melalui prosedur dan mendapat restu dari Kementerian Dalam Negeri.
“Ada yang mengaku pengamat dan suka mengomentari. Tapi saya hanya patuh pada Mendagri. Beliau adalah pimpinan saya. Kalau beliau perintahkan evaluasi, maka saya laksanakan. Kalau tidak, saya tetap jalan sesuai kebijakan saya,” jelasnya.
Ia juga mengkritik keras pihak-pihak yang menurutnya terlalu jauh mencampuri urusan internal pemerintahan.
“Jangan banyak bicara kalau tidak tahu persoalan di dalam. Urus saja diri sendiri dulu, jangan urus orang lain,” katanya tajam.
Di akhir pernyataannya, Yunus Wonda kembali mengingatkan pentingnya menjadikan jabatan sebagai ajang untuk menunjukkan integritas dan kemampuan. Ia meminta agar seluruh jajaran fokus bekerja dan tidak larut dalam polemik di media sosial.
“Jabatan itu amanah. Kami tahu apa yang kami putuskan dan mengapa. Mari bekerja, karena masyarakat menanti pelayanan terbaik dari kita semua,” tandasnya.
Laporan: Irfan

















