Bupati Jayapura Dorong Promosi Wisata Bahari Lewat Pentas Budaya dan UMKM Lokal di Pantai Amai

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., ketika membuka Pentas budaya tradisional dan Pameran UMKM Lokal di kawasan Wisata Pantai Amai, Distrik Depapre, Sabtu (4/10) 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura terus berupaya menggairahkan sektor pariwisata dan kebudayaan lokal. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), digelar kegiatan Pentas Budaya Tradisional dan Pameran UMKM Lokal di kawasan wisata Pantai Amai, Distrik Depapre, Sabtu (4/10).

banner 325x300

Kegiatan bertajuk “Budaya Bahari Pesisir Tanah Merah” ini resmi dibuka oleh Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., didampingi Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H..

Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat promosi potensi wisata pesisir Jayapura agar lebih dikenal luas, baik di tingkat lokal maupun nasional.

“Jika kita berbicara tentang pariwisata dan kekayaan laut, maka wilayah pesisir Tanah Merah seperti Tablanusu, Tablasupa, dan Depapre memiliki potensi besar yang harus terus dikembangkan,” ujar Yunus Wonda di hadapan masyarakat dan pelaku UMKM setempat.

Baca juga: Pesan Tegas Bupati Jayapura kepada Plt. Sekda Baru: Bangun Koordinasi, Tingkatkan Inovasi

Menurutnya, kawasan Pantai Amai akan dikembangkan sebagai destinasi unggulan baru di Kabupaten Jayapura. Selain menjadi tempat wisata bahari, lokasi ini juga akan menjadi salah satu pusat kegiatan budaya, sejajar dengan Pantai Khalkote yang selama ini dikenal melalui pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS).

“Kami ingin ada dua titik utama promosi budaya dan pariwisata. Khalkote dengan Festival Danau Sentani, dan Amai sebagai kawasan wisata bahari yang menampilkan kekayaan budaya pesisir,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Jayapura, Fredrik Modouw, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan kesenian dan pelestarian nilai-nilai budaya daerah.

“Meskipun teknologi terus berkembang, kita tidak boleh meninggalkan budaya. Justru nilai budaya harus kita jaga agar menjadi identitas dan kekuatan ekonomi daerah,” jelasnya.

 

Baca juga: Raperda Kepariwisataan Disahkan, Haris Yocku: Pariwisata Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Fredrik juga mengungkapkan bahwa pihaknya menggandeng Kementerian Hukum dan HAM untuk memberikan materi tentang hak kekayaan intelektual (HAKI) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini diharapkan mampu membantu pelaku usaha lokal melindungi produk dan karya kreatif mereka.

Selain menghadirkan pameran produk UMKM dari Kampung Amai, kegiatan ini juga menampilkan pertunjukan seni dari delapan sanggar budaya dan pemateri dari berbagai kampung, seperti Tablanusa, Tablasupa, Wambena, Yepase, dan Doromena, yang berbagi cerita tentang tradisi dan kekayaan budaya pesisir.

Gelaran ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat yang berharap agar kegiatan serupa dapat digelar secara rutin sebagai wadah promosi budaya dan peningkatan ekonomi lokal.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *