Bukan Sekedar Dukung, Orang Serui Desak MDF-AR Angkat Putra Daerah Jadi Sekda

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Andre | Tampak sejumlah perwakilan dari masyarakat Yapen-Waropen, Krisman Fonataba, Edu Sasarari, Yoram Mambai, Karlos Sawaki, Philip Wona dan sejumlah nama besar lainnya turut hadir dukung Paslon 02 Pilgub Papua, dan berikan tuntutan nama Sekda Papua di Lapangan Sepakbola Hamadi, Kamis (31/7).

Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Ribuan warga Serui memadati Lapangan Tunas Muda Hamadi, Kota Jayapura, Kamis (31/7). Mereka datang untuk satu tujuan: menyatakan dukungan penuh kepada Paslon Gubernur Papua Nomor Urut 02, Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (MDF-AR).

banner 325x300

Aksi ini bukan kampanye biasa. Warga Serui menuntut jatah Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Papua untuk anak asli Serui. Mereka menyebut ini sebagai reposisi dan penegasan harga diri.

Deklarasi Reposisi Orang Serui dibacakan langsung oleh Ketua LMA Waropen Kota Jayapura, Karlos Sawaki. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat Yapen-Waropen telah bulat mendukung MDF-AR.

“Kami datang dengan suara, kekuatan, dan tuntutan. MDF-AR harus akomodir orang Serui dalam struktur pemerintahan, termasuk posisi Sekda,” tegasnya.

Sawaki menyebut kekecewaan besar terjadi pada Pilgub sebelumnya. Aspirasi orang Serui terpecah dan dimarjinalkan. Kini mereka bersatu dan bergerak dalam satu barisan.

Calon Gubernur MDF hadir langsung bersama istri dan tim koalisi. Mereka disambut meriah dengan tarian adat Muna Bai dan Mandohi, simbol kekuatan budaya Serui.

Sejumlah tokoh besar turut hadir: Philip Wona, Yoram Mambai, Edu Sasarari, Krisman Fonataba, hingga Karlos Sawaki. Kehadiran mereka menandakan seriusnya gerakan ini.

Dalam pernyataan sikap, masyarakat Serui meminta MDF-AR mengangkat tiga nama putra Serui sebagai calon Sekda dan kepala OPD. Nama-nama itu telah disiapkan secara resmi.

“Kami tidak hanya dukung, kami juga siap isi posisi. Kami ingin ikut bangun Papua dari dalam,” kata Sawaki.

Massa juga menegaskan bahwa mereka tidak ingin lagi hanya jadi penonton dalam politik Papua. Mereka ingin dihitung, dipertimbangkan, dan dilibatkan.

Deklarasi ditutup dengan penandatanganan resmi dan sorakan ribuan warga. Suara mereka bulat: menangkan MDF-AR, tempatkan orang Serui dalam kekuasaan.

Laporan: Andre Fon

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *