Baru 10 Hari Dilantik, Gubernur Fakhiri Sudah Pimpin Partai Golkar Papua

Spread the love

Foto: Sony | Tampak Ketua DPD I Partai Golkar Papua, Komjen Pol (Purn) Matius Fakhiri, S.IK., MH., yang juga Gubenur Provinsi Papua pasca ditetapkan dalam Musda XI.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, menuai sorotan usai dikukuhkan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua pada Sabtu, 18 Oktober 2025.

Kritik datang dari Petrodes Mega Korwa-Keliduan, S.Sos., alumni Jurusan Antropologi FISIP Universitas Cenderawasih (Uncen), yang menilai rangkap jabatan tersebut berpotensi mengaburkan fokus kepemimpinan daerah.

Dalam pernyataannya yang diterima redaksi, Petrodes menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Fakhiri namun mengingatkan agar jabatan politik itu tidak menggeser tanggung jawab utama sebagai kepala daerah.

“Selamat kepada Bapak Mathius D. Fakhiri atas pengukuhannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Papua. Semoga posisi baru ini tidak menjadi beban yang mengalihkan fokus dari pengabdian kepada rakyat. Prioritaskanlah Papua, bukan partai,” tulis Petrodes.

Baca juga: PMK Sampaikan Surat Terbuka: Gubernur Fakhiri Diharap Fokus Pimpin Papua Tanpa Kepentingan Politik

Ia menilai percepatan Musyawarah Daerah (Musda) Golkar yang berlangsung di Jayapura memberi kesan bahwa politik praktis lebih diutamakan daripada tata kelola pemerintahan. Menurutnya, langkah ini berisiko mengulang praktik lama di Papua, di mana kepentingan elite partai kerap mengalahkan agenda publik.

“Sejak 2008, banyak kepala daerah di Papua tersandung kasus korupsi. Politisasi jabatan eksekutif melalui rangkap jabatan partai sangat rentan menimbulkan konflik kepentingan dan melemahkan pemerintahan yang bersih,” tegasnya.

Petrodes menilai keputusan Gubernur Fakhiri menerima jabatan politik hanya sepuluh hari setelah dilantik sebagai gubernur terbilang tergesa-gesa dan berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Ia juga menyoroti kondisi fiskal Papua yang masih terbatas pasca-pemekaran wilayah. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah seharusnya difokuskan pada stabilisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di daerah-daerah yang sedang berkembang.

Petrodes menyampaikan tiga poin utama sebagai masukan bagi Gubernur Papua:

1. Prioritaskan Tugas Eksekutif dan Stabilitas Fiskal. Gubernur diharapkan menunjukkan bahwa tanggung jawab publik menjadi prioritas pada 100 hari pertama masa jabatan, termasuk upaya menstabilkan APBD dan memperkuat kebijakan fiskal daerah.

2. Transparansi dan Akuntabilitas. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran dan pengadaan barang/jasa agar tidak terpengaruh kepentingan partai maupun investasi tertentu.

3. Memutus Siklus KKN. Menurutnya, rangkap jabatan eksekutif dan politik berpotensi memperkuat persepsi publik bahwa kekuasaan digunakan sebagai alat untuk memperkaya diri atau kelompok.

“Masyarakat Papua berhak melihat pemimpinnya fokus pada konsolidasi pemerintahan dan pembangunan, bukan pada konsolidasi partai,” tulisnya.

Baca juga: Musda Golkar Papua Jadi Panggung Konsolidasi dan Perayaan Kemenangan Fakhiri–Rumaropen

Petrodes menutup pernyataannya dengan ajakan agar Gubernur dan Wakil Gubernur menjaga kepercayaan rakyat yang telah diberikan, bukan sekadar loyalitas terhadap partai politik.

“Tulisan ini lahir dari rasa cinta saya terhadap tanah Papua dan kepedulian terhadap sosok Bapak Gubernur. Besar harapan saya, kepercayaan rakyat dijaga lebih tinggi daripada kepercayaan partai,” tutupnya.

Laporan: Sony Rumainum

Related Posts

Bertahan di Tengah Krisis Media, AMSI Tekankan Pentingnya Konten yang Tepat Sasaran

Spread the love

Spread the loveFoto: istimewa | Tampak Waket Aliansi Media Siber Indonesia (AMSI) Citra Dyah Prastusti saat memberikan materi dalam workshop sesi ke 4, didampingi Moderator dari wartawan Jubi, Jean Bisay,…

Festival Media Se-Tanah Papua Resmi Dimulai, Nabire Jadi Titik Konsolidasi Pers Papua

Spread the love

Spread the loveFoto: istimewa | Festival Media se Tanah Papua, dibuka Oleh Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Tumiran, bersama ketua Aliansi Wartawan Papua (AWP)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Apresiasi untuk Festival Media Papua, Pers Diminta Jaga Etika dan Independensi

Apresiasi untuk Festival Media Papua, Pers Diminta Jaga Etika dan Independensi

Gedung Baru, Komitmen Baru: Kemenag Jayapura Teken Zona Integritas 2026

Gedung Baru, Komitmen Baru: Kemenag Jayapura Teken Zona Integritas 2026

Bertahan di Tengah Krisis Media, AMSI Tekankan Pentingnya Konten yang Tepat Sasaran

Bertahan di Tengah Krisis Media, AMSI Tekankan Pentingnya Konten yang Tepat Sasaran

Festival Media Se-Tanah Papua Resmi Dimulai, Nabire Jadi Titik Konsolidasi Pers Papua

Festival Media Se-Tanah Papua Resmi Dimulai, Nabire Jadi Titik Konsolidasi Pers Papua

“Kelompok Kriminal Berdasi” dan Delapan Benih Separatisme di Indonesia

“Kelompok Kriminal Berdasi” dan Delapan Benih Separatisme di Indonesia

Warga Curiga Tak Ada Aktivitas, Polisi Temukan Pria Meninggal di Ruko Jalan Kemiri Sentani

Warga Curiga Tak Ada Aktivitas, Polisi Temukan Pria Meninggal di Ruko Jalan Kemiri Sentani