Foto: istimewa / Nampak Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Djong Makanuay (topi merah) bersama staf tengah berada di Pelabuhan Jayapura menyerahkan bantuan paket sembako, dilepaskan bersama kapal motor Cantika Lestari, Kamis, (8/5).
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja — Pemerintah Provinsi Papua mengirimkan bantuan logistik dan tim medis ke Kabupaten Mamberamo Raya sebagai respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.
Bantuan dilepas langsung oleh Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, di Pelabuhan Jayapura, Kamis (8/5), bersama keberangkatan KM Cantika Lestari 88.
Dalam keterangannya, Ramses Limbong menyebut bantuan yang disalurkan terdiri dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Kementerian Sosial sebanyak 9 ton dan tambahan 2 ton paket sembako dari Pemprov Papua. Paket tersebut berisi minyak goreng, mi instan, gula, teh, dan kopi.
“Menurut laporan, banjir terjadi mulai dari Wamena hingga Mamberamo. Sejauh ini tidak ada korban jiwa, tetapi banyak rumah warga terendam dan aktivitas ekonomi terhenti. Karena itu, bantuan logistik ini harus segera sampai ke lokasi,” ujar Ramses.
Ia menambahkan, banjir tidak hanya membawa kerusakan fisik, tetapi juga berdampak secara psikologis terhadap masyarakat.
Pemerintah, katanya, harus hadir bukan hanya sebagai simbol kekuasaan, melainkan sebagai pelindung dan sahabat bagi rakyat.
“Pelepasan bantuan ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua,” ujarnya.
Selain sembako, bantuan juga mencakup perlengkapan kesehatan, kebutuhan ibu hamil dan bayi, serta alat-alat dasar lainnya. Ramses menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi antar-SKPD di lingkungan Pemprov Papua.
Dinas Kesehatan Papua turut menyalurkan 1.300 kelambu, 1.000 kotak obat malaria DHP, 4.000 kotak DHP Dispersible untuk anak, 50 paket persalinan, serta mengirim dua tenaga medis untuk pemeriksaan gratis.
Sebelumnya juga telah dikirim 40 botol vitamin A dosis 100.000 IU, 36 kotak mineral mix, 213.700 tablet tambah darah, dan 50 terpal dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Di lokasi yang sama, Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Perundang-undangan Satpol PP Mamberamo Raya, Yohanis Bua, menjelaskan banjir disebabkan oleh hujan berintensitas tinggi dan kiriman air dari wilayah pegunungan Papua, yakni Yalimo dan Tolikara.
“Infrastruktur jalan di Mamberamo Raya 90 persen mengandalkan jalur sungai. Data sementara, jumlah terdampak sebanyak 1.577 jiwa. Tidak ada korban meninggal dunia atau luka berat, hanya luka ringan serta muncul penyakit kulit akibat air kotor,” jelas Yohanis.
Ramses menambahkan bahwa tim medis yang dikirim juga ditugaskan untuk menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis, yang selama ini belum berjalan optimal di daerah tersebut.
“Sabtu, 10 Mei 2025, kami akan melakukan kunjungan kerja langsung ke Mamberamo Raya untuk melihat kondisi di lapangan, mendengar kebutuhan warga, dan berdiskusi dengan pemerintah kabupaten guna merancang solusi rehabilitasi dan rekonstruksi yang tepat dan berkelanjutan,” tutup Ramses.
Laporan: Roy

















