Asisten III Setda Jayapura: Kehadiran MRP Jadi Kontrol Sosial bagi Pemerintah Daerah

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Asisten III Setda Kabupaten Jayapura Dr. Timothius Demetouw, SE.,M.Si bersama Ketua DPRK Ruddy Bukanaung, SE., ketika mengikuti monitoring bersama Pokja Perempuan MRP Papua, Kamis, (26/6).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten Jayapura menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan monitoring yang dilakukan Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait pelaksanaan pemberdayaan ekonomi perempuan asli Papua dan perlindungan komoditas lokal di wilayah adat Tabi.

banner 325x300

Bupati Jayapura Dr.Yunus Wonda,SH.,MH melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kabupaten Jayapura Dr. Timothius Demetouw,SE.,M.Si turut mendampingi langsung tim monitoring saat berkunjung ke Pasar Pharaa Sentani, rumah produksi sagu, hingga berdialog bersama pelaku UMKM perempuan asli Papua di Pholeuw Park, Distrik Sentani Timur, kemarin sore.

“Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Pokja MRP tidak hanya datang melihat, tetapi juga mendengar langsung suara para pelaku UMKM, khususnya mama-mama Papua. Ini menjadi bentuk kontrol sosial bagi kami di pemerintah daerah,” ujar Timothius.

Timothius Demetouw mengakui bahwa belum semua program pemerintah menyentuh masyarakat secara merata. Ia menilai kehadiran MRP dapat menjadi jembatan antara kebutuhan di lapangan dan arah kebijakan yang diambil Pemkab Jayapura.

“Semua temuan dan masukan dari kegiatan ini akan kami laporkan ke Pak Bupati. Sebab, seluruh keputusan kebijakan ada di tangan beliau,” tambahnya.

Kegiatan monitoring Pokja Perempuan MRP ini dipimpin Ketua Tim Orpa Nari, dan melibatkan peserta dari lima wilayah di adat Tabi: Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Mamberamo Raya.

Tampak Asisten III Setda Kabupaten Jayapura Dr. Timotius Demetouw ketika menyampaikan pesan Bupati Jayapura dalam monitoring Pokja perempuan MRP Papua.
Tampak Asisten III Setda Kabupaten Jayapura Dr. Timothius Demetouw ketika menyampaikan pesan Bupati Jayapura dalam monitoring Pokja perempuan MRP Papua.

Menurut Orpa, hasil monitoring menunjukkan bahwa banyak pelaku UMKM perempuan, baik secara individu maupun kelompok, telah menerima dukungan dana dari pemerintah. Namun, belum ada sistem pengawasan berkelanjutan terhadap dana Otonomi Khusus (Otsus) yang dikucurkan.

“Para pelaku UMKM berharap ada regulasi yang jelas mengenai pengelolaan dana Otsus untuk usaha perempuan Papua. Mereka juga butuh ruang-ruang khusus untuk menjual produk seperti kuliner dan kerajinan,” kata Orpa.

Ia menyoroti pentingnya lokasi-lokasi strategis seperti Bandara Sentani agar dimanfaatkan sebagai etalase produk UMKM Papua, menggantikan dominasi pasar oleh-oleh di Kota Jayapura.

“Kita ingin jika ada event lokal, nasional, bahkan internasional, maka masyarakat bisa langsung mendapatkan produk UMKM Papua di tempat transit seperti bandara. Ini akan sangat membantu para pelaku usaha lokal,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRK Jayapura Ruddy Bukanaung, Plt Sekda Abdul Rahman Basri, sejumlah kepala OPD, dan perwakilan bagian pemerintahan, ekonomi, serta umum Setda Kabupaten Jayapura.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *