Foto: Irfan | Tampak Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH didampingi unsur Forkopimda Kabupaten Jayapura ketika menabuh Tiga membuka perlombaan tari-tarian Yosim Pancar dan Wisisi, di lapangan Apel Kantor Bupati, Gunung Merah Sentani, Rabu (9/7).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pemerintah Kabupaten Jayapura resmi menggelar lomba tari tradisional Yosim Pancar (Yospan) dan Wisisi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025.
Pembukaan acara berlangsung meriah di Lapangan Apel Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Rabu (9/7), ditandai dengan penabuhan Tifa oleh Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., bersama unsur Forkompimda Kabupaten Jayapura.
Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai bagian dari program kerja pemerintah daerah dalam rangka membangkitkan kembali semangat pelestarian budaya.
“Kita harus hidupkan kembali budaya, olahraga, dan seni tari. Yospan dan Wisisi bukan sekadar hiburan, tapi bagian dari identitas kita sebagai orang Papua. Budaya tak boleh hilang. Kita wajib mempertahankannya,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa lomba serupa akan kembali digelar pada bulan Agustus mendatang, sebagai upaya berkelanjutan untuk menjaga eksistensi tari-tarian tradisional Papua di tengah arus perubahan zaman.
“Kegiatan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi lebih jauh dari itu, bagaimana kita menghidupkan semangat generasi muda untuk tetap mencintai dan menjaga warisan budaya nenek moyang,” ujar Bupati.
Adapun perlombaan ini diikuti oleh 3 tim dari kategori pelajar dan 18 tim Yospan dari kategori umum, serta 39 tim tari Wisisi yang juga berasal dari berbagai komunitas di Kabupaten Jayapura.
Ketua Panitia Lomba, Oktovianus Yeuw, yang juga menjabat sebagai Kabid Kemitraan Olahraga Dispora Kabupaten Jayapura, menjelaskan bahwa lomba ini bertujuan membangkitkan rasa nasionalisme serta menjadi wadah ekspresi seni bagi generasi muda.
“Ini bukan hanya menyambut HUT RI ke-80, tapi juga memberi ruang bagi anak muda dan masyarakat untuk menunjukkan kreativitas mereka dalam menari, sekaligus memperkuat semangat cinta Tanah Air,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan lomba ini didukung melalui dana hibah Otonomi Khusus (Otsus) yang disalurkan lewat Dispora Kabupaten Jayapura.
Dengan semangat budaya dan kebersamaan, Pemkab Jayapura berharap lomba ini menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga jati diri budaya Papua di tengah tantangan zaman.
Laporan: M. Irfan

















