Foto: Willy | Calon Gubernur Papua Dr. Benhur Tomi Mano, MM didampingi istri Christin L. Mano bersama Ketua (LMA) AKBP. (Purn) Teriyanus Bisararisi dan Ketua Dewan Adat Mamberamo (DAM) Albert Bilasi saat berkampanye di Kasonaweja, Jumat (20/6).
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Calon Gubernur Papua nomor urut 1, Dr. Benhur Tomi Mano, MM (BTM), berkomitmen membangun jembatan penghubung antara Kampung Kasonaweja dan Kampung Burmeso yang dipisahkan oleh derasnya sungai Mamberamo di Kabupaten Mamberamo Raya jika terpilih dalam Pemilihan Gubernur Papua yang akan digelar 6 Agustus 2025 mendatang.
Janji itu disampaikan BTM di hadapan ribuan warga saat berkampanye di Kasonaweja, Jumat (20/6). Menurutnya, jembatan tersebut akan menjadi infrastruktur strategis yang membuka akses wilayah terisolasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal di pusat pemerintahan Mamberamo Raya.
“Kalau Tuhan berkenan dan rakyat Papua memilih saya, maka pembangunan Jembatan Kaso–Burmeso ini jadi prioritas. Lima tahun ke depan, saya akan bangun,” tegas BTM disambut sorak warga.
BTM menjelaskan, jembatan tersebut tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat dan distribusi barang, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan ketahanan ekonomi lokal.
“Saya sudah datang dan melihat langsung kondisi masyarakat Mamberamo Raya. Pembangunan sangat tertinggal. Banyak aspirasi yang saya dengar, dan saya tegaskan: kalau Tuhan izinkan saya jadi Gubernur, saya akan bangun jembatan itu,” ucapnya.
“Saya ini majelis, bukan politisi yang hanya bicara manis di atas panggung. Apa yang saya ucapkan, akan saya buktikan,” imbuh mantan Wali Kota Jayapura itu.
Selain jembatan Kasonaweja–Burmeso, BTM juga menyinggung sejumlah proyek infrastruktur lainnya yang akan menjadi fokus pemerintahannya bersama calon Wakil Gubernur Costan Karma. Termasuk di antaranya akses jalan Anggreso–Sarmi, Burmeso–Sikari, Burmeso–Gesha, serta beberapa ruas jalan pedalaman lainnya yang saat ini masih belum layak.
BTM juga menekankan potensi besar Sungai Mamberamo untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), serta rencana pembangunan bandara, dermaga, stadion sepak bola, dan rumah layak huni.
“Ini semua akan kami wujudkan. Silakan masyarakat catat janji saya. Kalau saya tidak tepati, datang demo saya di kantor gubernur!” tegasnya.
Komitmen ini disambut positif oleh Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Mamberamo Raya, AKBP (Purn) Teriyanus Bisarasisi. Menurutnya, masyarakat sudah lama menantikan pembangunan jembatan penghubung antara dua wilayah penting tersebut.
“Selama puluhan tahun, kami hidup dengan akses terbatas. Kalau Bapak BTM benar-benar bangun jembatan ini, itu sejarah bagi kami. Hanya dia yang datang dan dengar langsung keluhan rakyat,” ujarnya.
Teriayanus menambahkan, masyarakat adat Mamberamo Raya telah menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan BTM–CK dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua.
“Kami siap mendukung dan mengawal janji ini. Bapak BTM membawa harapan baru untuk tanah adat kami,” tandasnya.
BTM menutup kampanyenya dengan menegaskan bahwa seluruh proyek besar yang direncanakannya akan melibatkan tenaga kerja lokal agar dampak ekonominya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
BTM dikenal sebagai figur pemimpin yang berhasil membangun sejumlah infrastruktur publik selama menjabat sebagai Wali Kota Jayapura, salah satunya adalah Jembatan Merah Youtefa yang kini menjadi ikon pembangunan Papua.
Laporan: Willy

















