Foto: Irfan | Nampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., M.H dan wakil Bupati Haris Richard S. Yocku, SH., ketika diwawancarai usai Final Yuris Cup di Stadion Bas Youwe, Sentani kemarin.
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku, S.H., dijadwalkan berangkat ke Jatinangor, Bandung, Jawa Barat, untuk mengikuti kegiatan retreat pembekalan kepemimpinan gelombang II tahun 2025. Keduanya akan bergabung dengan 39 pasangan kepala daerah lainnya dari seluruh Indonesia.
Konfirmasi keberangkatan itu disampaikan langsung oleh Bupati Yunus Wonda kepada wartawan usai menerima kunjungan kerja Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Jukka-Pekka Kaihilahti, di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Kamis sore (19/6/2025).
“Besok (hari ini) saya dan pak wakil akan berangkat bersama-sama untuk mengikuti retreat di IPDN Jatinangor. Persiapan kami sudah matang, dan kami siap mengikuti seluruh agenda pembekalan,” ujar Yunus Wonda.
Retreat tersebut akan berlangsung selama lima hari, mulai Minggu, 22 Juni hingga Kamis, 26 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan bagi para kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024, yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri.
Sebelumnya, retreat gelombang pertama telah digelar di Akademi Militer Magelang pada Februari 2025 lalu, yang diikuti oleh 503 kepala daerah.
Dikutip dari pernyataan Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, pada Senin (16/6) di Jakarta, retreat gelombang kedua ini diikuti oleh 80 peserta, yang terdiri atas 3 gubernur, 33 bupati, 3 wali kota, serta 31 wakil bupati dan 3 wakil wali kota.
“Kami siap menyerap materi, termasuk latihan fisik dan penguatan tata kelola pemerintahan yang menjadi bagian dari rangkaian retreat. Semua ini penting untuk memperkuat komitmen kami dalam memimpin daerah,” tambah Yunus Wonda.
Kehadiran kepala daerah di forum ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas kepemimpinan dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat daerah secara lebih efektif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Laporan: M. Irfan

















