Foto: istimewa | Tampak SD Inpres Tayai, sudah ditumbuhi rumput hingga ke dinding Sekolah
Kasonaweja, Jurnal Mamberamo Foja – Sekolah Dasar Inpres Tayai di Kampung Tayai, Distrik Roufaer, Kabupaten Mamberamo Raya, sudah bertahun-tahun tidak aktif. Bangunannya terbengkalai, ditumbuhi semak hingga ke dinding, namun pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) masih terus berjalan.
“Sekolahnya sudah lama tutup, tapi dananya tetap dicairkan. Saya lihat sendiri guru yang datang ke bank untuk ambil dananya,” ujar Obaja Dote, Sekretaris Kampung Tayai, saat dihubungi Jurnal Mamberamo Foja via WhatsApp, Jumat malam (6/6/2025).
Obaja mengaku heran ketika beberapa hari lalu mendapati seorang guru SD Inpres Tayai yang menurutnya tidak pernah lagi hadir di sekolah justru terlihat mencairkan dana BOSDA di Kasonaweja, Distrik Mamberamo Tengah. Guru yang dimaksud adalah Otow Wenda, yang sempat dikejar oleh Obaja guna meminta klarifikasi, namun yang bersangkutan pergi ke Jayapura menggunakan kapal.

Minta Pencairan Dihentikan
Atas kejadian tersebut, Obaja Dote mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Mamberamo Raya untuk segera menghentikan pencairan dana BOSDA bagi SD Inpres Tayai. Ia juga meminta agar pemerintah menugaskan guru baru untuk kembali mengaktifkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut.
“Jika sekolah sudah tidak aktif selama bertahun-tahun, lalu ke mana perginya dana BOSDA itu? Untuk apa dan digunakan oleh siapa?” tegasnya.
Dana BOSDA diketahui berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sebagai pendamping dana BOS dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah mendukung kelancaran pendidikan dasar. Namun, penggunaannya di sekolah yang sudah lama tidak beroperasi tentu menimbulkan tanda tanya besar.

Sudah Lama Tak Beroperasi
Menurut Obaja, SD Inpres Tayai telah berdiri sejak Mamberamo Raya masih menjadi bagian dari Kabupaten Sarmi. Sekolah tersebut terakhir aktif pada masa kepemimpinan Bupati Dorinus Dasinapa, dan sejak itu tidak ada lagi aktivitas belajar.
Meski demikian, warga Kampung Tayai 1 dan 2 masih memiliki akses pendidikan melalui sekolah swasta yang dikelola oleh Yayasan Advent. Lembaga ini menyediakan pendidikan mulai dari tingkat SD hingga SMP.
Saat ini, Obaja mengaku sedang berada di Kasonaweja mendampingi istrinya yang sedang sakit. Ia berharap aduan terkait SD Inpres Tayai ini segera ditanggapi dengan serius oleh Dinas Pendidikan setempat.
Laporan: Roy

















