Paripurna Pelepasan Jenazah Daud Batti: Menghormati Pengabdian Seorang Legislator

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan / Nampak rapat paripurna pelepasan Jenazah Daud Battista di DPRK Jayapura, (15/3).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Rapat Paripurna Upacara Pelepasan Jenazah Daud Batti di DPRK Jayapura pada Sabtu (15/3/2025) bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi juga menjadi momen penghormatan atas dedikasi seorang wakil rakyat.

banner 325x300

Sebagai anggota DPRK Jayapura dari Fraksi Bersatu Membangun, almarhum telah mengabdikan dirinya bagi masyarakat hingga akhir hayat.

Dipimpin oleh Ketua DPRK Jayapura Ruddy Bukanaung, prosesi ini turut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Wakil Bupati Jayapura Terpilih Haris Richard S. Yocku, Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa, serta keluarga besar almarhum.

Acara ini menjadi simbol bahwa peran seorang legislator tidak hanya diukur dari kebijakan yang dibuat, tetapi juga dari jejak pengabdian yang ditinggalkan.

Menghormati Seorang Wakil Rakyat

Upacara pelepasan diawali dengan penyerahan bendera merah putih dan foto almarhum kepada keluarga, disusul pembacaan riwayat hidupnya.

Momen ini tidak hanya mengenang perjalanan hidup Daud Batti, tetapi juga menegaskan bagaimana setiap individu yang berjuang di jalur politik memiliki kontribusi penting dalam membangun daerahnya.

“Kami menyampaikan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya almarhum Daud Batti. Semoga segala amal dan perbuatannya diterima di sisi-Nya,” ujar Ketua DPRK Jayapura Ruddy Bukanaung.

Sebagai seorang anggota dewan aktif, pelepasan jenazah melalui rapat paripurna merupakan bentuk penghormatan resmi dari lembaga legislatif.

Tak hanya itu, acara ini juga menjadi pengingat bahwa seorang pejabat publik tidak hanya bekerja untuk masa jabatannya, tetapi juga meninggalkan warisan berupa kebijakan dan perjuangan yang berkelanjutan.

Duka dan Harapan untuk Masa Depan

Kepergian Daud Batti di usia 64 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kolega. Namun, di balik kesedihan, ada harapan bahwa semangat dan perjuangannya dapat menjadi inspirasi bagi para wakil rakyat lainnya.

Jenazah almarhum diberangkatkan dari Sentani ke Makassar dan akan dimakamkan di kampung halamannya, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Prosesi pemakaman ini bukan hanya perjalanan terakhirnya secara fisik, tetapi juga penutup dari dedikasi panjangnya dalam dunia politik dan pelayanan masyarakat.

Dengan berakhirnya prosesi pelepasan ini, DPRK Jayapura tidak hanya mengantarkan kepergian seorang anggota dewan, tetapi juga memberikan teladan bahwa penghormatan terhadap pengabdian harus terus dijunjung tinggi.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *