Foto: istimewa / kepala Dinas Dukcapil
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional diprediksi berdampak pada berbagai sektor pelayanan publik, termasuk pencetakan e-KTP di Kabupaten Jayapura.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jayapura, Herald J. Berhitu, mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran berpotensi menghambat kelancaran pencetakan dokumen kependudukan.
Menurut Herald, pencetakan e-KTP masih bergantung pada ribbon atau tinta khusus yang harganya mencapai jutaan rupiah.
Jika efisiensi anggaran untuk Alat Tulis Kantor (ATK) mencapai 90 persen, maka operasional pencetakan e-KTP bisa ikut terdampak.
“Tentu ada dampaknya. Apalagi jika melihat dari sisi kebutuhan fisik, pengadaan ribbon atau tinta khusus, film, serta kondisi beberapa mesin cetak e-KTP yang mulai menurun,” ujar Herald saat ditemui wartawan pada Senin, 17 Februari 2025.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Disdukcapil Kabupaten Jayapura akan tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Menyesuaikan volume layanan dengan ketersediaan anggaran menjadi strategi utama agar pelayanan tetap berjalan.
“Memang ada kendala ketika anggaran dipangkas, tapi kami harus memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Caranya, program dan kegiatan tetap dilaksanakan, hanya saja volumenya yang disesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” tambahnya.
Herald, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura, juga menuturkan bahwa pihaknya telah terbiasa menghadapi pengetatan anggaran.
Oleh karena itu, Disdukcapil Kabupaten Jayapura tetap optimistis pelayanan kependudukan seperti pencetakan e-KTP maupun pendaftaran kependudukan (Dafduk) tetap bisa dilakukan secara optimal.
Laporan: Irfan







