Simbol Lima Jari dalam Foto Bersama, Seorang Kepala Kampung Terancam Dipanggil Bawaslu

(CAPTION FOTO): Ketua Tim Pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Jayapura nomor urut 2, Yunus Wonda - Harys Richard Yocku (YW-HRY), Eymus Weya, memberikan keterangan pers pada Rabu, (30/10) di Doyo, Sentani.
banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

(CAPTION FOTO): Ketua Tim Pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Jayapura nomor urut 2, Yunus Wonda – Harys Richard Yocku (YW-HRY), Eymus Weya, memberikan keterangan pers pada Rabu, (30/10) di Doyo, Sentani.

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Seorang Kepala Kampung (Kakam) berinisial MH dari Sabron Sari, Distrik Moy (Sentani Barat), diduga mendukung Paslon Alpius Toam-Giri Wijayantoro (Algito) dengan berpose lima jari dalam sebuah foto. Simbol tersebut identik dengan nomor urut 5, dan kini tindakan MH terancam dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Jayapura.

banner 325x300

Ketua Tim Pemenangan Paslon nomor urut 2, Yunus Wonda – Harys Richard Yocku (YW-HRY), Eymus Weya, menjelaskan bahwa foto tersebut diambil setelah MH menghadiri sebuah pertemuan majelis taklim di Distrik Moy bersama sejumlah warga dan seorang Calon Wakil Bupati Jayapura. Dalam foto yang viral itu, MH mengangkat lima jari yang diasosiasikan dengan dukungan kepada paslon nomor 5.

“Foto ini menunjukkan bahwa seorang Kepala Kampung dari Sabron Sari secara terang-terangan mendukung paslon nomor urut 5 dengan simbol lima jari, yang dilakukan usai pertemuan bersama salah satu calon wakil bupati. Kami melihat ini sebagai tindakan yang tidak seharusnya dilakukan oleh aparatur negara,” tegas Eymus Weya saat memberikan keterangan di Doyo Baru, Rabu, 30 Oktober 2024.

Eymus menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jayapura, khususnya Pj Bupati dan Sekretaris Daerah, diharapkan menginstruksikan kepala kampung di wilayah mereka untuk menjaga netralitas dan tidak melakukan aksi dukungan terhadap salah satu pasangan calon, terlebih melalui simbol tertentu dalam sesi foto bersama.

Eymus juga meminta Bawaslu untuk segera menindaklanjuti kasus ini dengan memanggil dan mengklarifikasi Kakam MH terkait dugaan pelanggaran netralitas. “Kami harap Bawaslu Kabupaten Jayapura segera bertindak, karena tindakan ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran kampanye,” ujarnya.

Foto yang telah tersebar luas di platform media sosial, termasuk grup WhatsApp seperti Info Kejadian Jayapura (IKJ), menarik banyak perhatian publik dengan berbagai komentar yang menyayangkan tindakan MH. Eymus berharap Bawaslu bisa memanggil dan menindak MH sebagai bentuk klarifikasi dan penegakan aturan.

“Sebagai aparatur negara, seharusnya MH bersikap netral dan tidak terlibat dalam dukungan politik yang terbuka. Foto bersama yang disertai simbol lima jari jelas merupakan bentuk dukungan kepada paslon nomor urut 5, apalagi dalam pertemuan tersebut turut hadir salah satu calon wakil bupati,” pungkas Eymus Weya, yang juga merupakan Ketua PAN dan mantan Anggota DPRD Kabupaten Jayapura periode 2019-2024.

(Fan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *